
capture dok BPMI
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko di Gedung Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sistem ini bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dalam mendorong penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran.
“Saya nggak mau dengar ada suap, dan harus terbuka dan transparan. Jika ada yang melakukan tak bersih, coba-coba (suap), laporkan ke saya. Mendorong lebih banyak wirausaha baru dari sektor informal jadi formal dan yang paling penting membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” ujarnya secara virtual, Senin (9/8).
Menurutnya, pandemi tidak boleh menghentikan upaya pemerintah dalam melakukan reformasi struktural, khususnya dalam memangkas prosedur perizinan yang tumpang tindih dan berbelit sehingga menghambat iklim investasi nasional. “Aturan menghambat terus kita pangkas. Kemudahan investor terus kita permudah. Kita ingin iklim berusaha makin kondusif, UMKM memulai usaha, meningkatkan kepercayaan investor dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya sehingga jadi solusi peningkatan pengangguran,” tuturnya.
Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia sudah masuk peringkat ke-73 dalam kategori kemudahan perizinan. Namun, capaian ini harus lebih ditingkatkan untuk menciptakan daya saing dan menarik investasi masuk.
“Negara kita masih 73, sudah masuk kategori mudah, tapi kategori itu belum cukup. Kita harus mampu meningkatkan lagi dari mudah jadi sangat mudah. Kuncinya di reformasi perizinan investasi yang cepat dan sederhana untuk data saing menarik investasi. Jadi ini kita luncurkan OSS Berbasis Risiko ini signifikan dalam berbasis perizinan,” ucapnya.
Jokowi memaparkan, jenis perizinan akan disesuaikan tingkat risikonya. Sehingga, ada perbedaan antara pelaku UMKM dan usaha besar. “Untuk risiko usaha besar perizinan berusaha berupa izin, usaha menengah berupa sertifikat standar, dan risiko rendah berupa pendaftaran dan hanya nomor induk OSS,” jelasnya.
Jokowi menegaskan, dalam implementasi sistem tersebut dirinya akan langsung melakukan pengecekan dan pengawasan di lapangan. “Dalam OSS di lapangan seperti apa, apakah mudah izin, apakah semakin sederhana, apakah biaya efisien, dan standarnya sama di seluruh Indonesia dan apakah layanan semakin cepat, ini yang akan saya ikuti,” ungkapnya.
Jokowi juga menyebut, adanya pelayanan OSS ini bukan untuk mengebiri kewenangan daerah, tapi justru memberikan layanan standar bagi pemerintah yang menentukan perizinan agar semakin sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Sebab, para pengusaha membutuhkan layanan yang cepat dan tidak berbelit-belit yang akan memberikan dampak baik bagi pembangunan nasional.
“Investor lokal, maupun asing, dan UNKM untuk memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
