
Calon penumpang kereta api Gumarang memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (24/12/2022). Mendekati hari raya Natal, warga ibu kota berbondong-bondong bepergian keluar kota. KAI melansir sebanyak 36 ribu pengguna kereta api meninggalkan Jakarta dari
JawaPos.com - Sejumlah netizen menilai tiket kereta api saat ini mengalami kenaikan. Mereka mengeluh dan meminta PT Kereta Api Indonesia atau KAI untuk menurunkan harga. Keluhan-keluhan tersebut disampaikan netizen melalui akun Instagram resmi KAI.
Salah satu yang mengeluh soal kenaikan harga tiket adalah akun @sobatbordir. Keluhan dia sampaikan lantaran KA Sembrani yang biasa digunakan mengalami kenaikan harga. Akibat kenaikan itu, dirinya lebih memilih kereta lain yang harganya lebih terjangkau.
"Dulu tiap Jumat masih kejangkau Jkt-Sby naik KA Sembrani, sekarang naiknya hanya cukup buat bisnis Gumarang klo Ndak ya Kertajaya," kata @sobatbordir, Senin (6/2).
Lebih lanjut, soal kenaikan ini ia menilai bahwa KAI sedang tidak baik-baik saja. Ia pun berharap, harga tiket kereta api bisa kembali turun. "Semoga tiket bisa turun #kaisedangtidakbaikbaiksaja," lanjutnya.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, harga tiket KA Sembrani eksekutif Gambir-Surabaya berangkat pukul 19.00 WIB pada Jumat (10/2) dipatok sebesar Rp 685.000. Harga tersebut terpantau naik dari sebelumnya ada di kisaran mulai Rp 445.000.
Sedangkan KA Gumarang Eksekutif berangkat pukul 15.50 WIB dibanderol Rp 585.000. Itu artinya, dari segi harga lebih murah daripada KA Sembrani.
Sementara itu, beberapa akun lain juga mengakui soal kenaikan tiket KAI. Seperti yang disampaikan akun @indergoneofficial soal kenaikan harga tiket Argo Parahyangan.
Menurutnya, harga tiket Argo Parahyangan atau Gopar naik gak ketulungan dari semula Rp 100.000 pada Desember 2022. Kemudian naik menjadi Rp 150 ribu.
"Naikknya ga ketulungan, terakhir naik gopar di Desember sekitar 100k yang ekonomi, sekarang jadi 150k. Jadi mikir 2x kalo mau kemana-mana naik @kai121_ tuh," ujarnya.
Keluhan juga disampaikan netizen di akun media sosial KAI lainnya, yakni Twitter. Salah satu akun mengaku bahwa kenaikan kereta api Sancaka jurusan Surabaya-Madiun dilakukan tanpa pemberitahuan.
Ia menyebut, mulanya KA Sancaka jurusan Surabaya-Madiun dikenai harga Rp 50.000 kemudian berubah menjadi Rp 60 ribu. "Kenapa tarif khusus kereta api sancaka naik lagi tanpa pemberitahuan sebelumnya?" tuturnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
