
Pekerja mengolah kacang kedelai yang akan di gunakan untuk bahan baku tahu di kawasan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/7/2020). Di tengah pandemi Covid-19, penghasilan pelaku usaha tahu dan tempe turun drastis. Penjualan menurun hingga mencapa
JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerbitkan surat edaran (SE) kepada importir dan perajin tahu dan tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo). Dalam surat edaran itu, harga kedelai yang dijual importir ke perajin sepakat turun menjadi Rp 8.500 per Kilogram.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai langkah darurat untuk melakukan stabilisasi harga kedelai. Sehingga, diharapkan produsen tahu dan tempe dapat kembali berproduksi.
Syahrul mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, harga kedelai impor naik drastis dari kisaran Rp 6.100-6.500 per kilogram pada Maret-April 2020 lalu, kini menjadi sekitar Rp 9.500 per kilogram. Namun, persoalan yang dihadapi saat ini hanya sebatas harga saja, sementara pasokan kedelai dari impor aman.
“Nah sekarang sudah ada kesepakatan terhadap standar supaya semua bisa tetap berjalan dengan baik. Tentu ini menghilangkan ego sektoral. Dan kita capai angka Rp 8.500 per Kg itu secara nasional,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/1).
Syahrul melanjutkan, dalam 200 hari ke depan, pihaknya akan menggenjot produksi kedelai dalam negeri. Sehingga, ketergantungan impor untuk produksi tahu dan tempe bisa ditekan.
Baca Juga: Polri Ungkap 2 Penyebab Meroketnya Harga Kedelai
"Ini importir juga siap menerima, karena kedelai kita pada dasarnya sangat bagus untuk tempe dan tahu, lebih gurih, dan lain-lain," tuturnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi yang mengatakan, kesepakatan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi para Perajin tahu dan tempe yang sempat mengeluhkan tingginya harga kedelai impor yang selama ini memasok kebutuhan dalam negeri.
Sebab, jika harga kedelai terlalu tinggi, membuat para perajin tahu dan tempe juga menaikkan harga jual tahu dan tempe di pasaran. Rata-rata, harga jual tahu dan tempe naik Rp 1.000 per potong.
“SE sudah kami sampaikan, kami menyepakati beberapa hal di antaranya harga pembelian kedelai di tingkat perajin disepakati Rp 8.500 per kg,” pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=cliXnniz0y8

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
