
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memimpin Rakor penanganan percepatan Covid-19 di Jateng, di ruang rapat lantai kantor Gubernuran, Selasa (17/11). (Foto: Jawa Pos Radar Solo)
JawaPos.com - Kepala daerah selama ini kerap terkendala mendatangkan investor ke wilayahnya. Setiap investor berminat untuk berinvestasi, mereka terganjal begitu banyaknya regulasi yang harus dipenuhi. Akibatnya pertumbuhan ekonomi yang diharapkan tetap saja melambat.
Keluhan itu diakui Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Menurut dia, persoalan daerah yang dalam penyelesaiannya selama ini masih terkendala adalah banyaknya regulasi atau overregulasi.
“Negara ini kalau dipahami itu over regulated, hampir semua diatur, njelimetnya minta ampun. Kondisi ini mencekiki diri kita sendiri,” kata Ganjar dalam sebuah diskusi daring. Diskusi yang berlangsung pada Jumat (4/12) itu digelar digelar FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Banyak regulasi itu, kata Ganjar, rentan praktik pungli di tempat layanan-layanan publik. Maka dari itu, dia berharap dengan UU Cipta Kerja dapat mengantisipasi banyak regulasi yang harus dilewati investor untuk berinvestasi.
Selama ini, para kepala daerah masing-masing berinovasi bagaimana menghadapi over regulasi itu agar proses layanan publik bisa cepat. Namun, upaya itu tetap terhadang kendala over regulasi.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
