Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2020 | 21.04 WIB

Meski Resesi 7 Sektor Usaha Ini Tumbuh, Jasa Kesehatan Paling Melesat

DAYA BELI BELUM PULIH: Transaksi di ITC Cempaka Mas, Jakarta, kemarin (5/11). BPS merilis pertumbuhan ekonomi kuartal III kembali negatif. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS) - Image

DAYA BELI BELUM PULIH: Transaksi di ITC Cempaka Mas, Jakarta, kemarin (5/11). BPS merilis pertumbuhan ekonomi kuartal III kembali negatif. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

JawaPos.com - Ekonomi Indonesia resmi masuk ke jurang resesi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan nasional RI pada kuartal III 2020 minus hingga 3,49 persen secara tahunan. Meski secara kumulatif terkontraksi 2,03 persen, namun ekonomi masih tumbuh positif 5,05 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, ditengah ekonomi nasional yang belum beranjak dari teritori negatif, namun terdapat 7 sektor yang tumbuh positif dari 17 industri yang berkontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia, atau menyumbang 64,13 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

“Dari 17 lapangan usaha yang ada, 7 sektor tumbuh positif," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (5/11).

Menurutnya, ketujuh sektor usaha tersebut masih mampu bertahan dan bangkit dari dampak pandemi Covid-19, akibat pembatasan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Suhariyanto memaparkan, industri yang tumbuh signifikan adalah jasa kesehatan, mencapai 15,33 persen. Sektor tersebut tumbuh melesat catatan pada kuartal II yang tumbuhnya hanya mencapai 3,71 persen secara tahunan.

Baca juga: Indonesia Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 3,49 Persen

Selanjutnya, sektor usaha yang berasal dari industri informasi dan komunikasi yang tumbuh 10,61 persen. Namun, industri tersebut sedikit melambat dari catatan kuartal sebelumnya sebesar 10,83 persen.

Kemudian, industri pengadaan air tumbuh 6,04 persen dari 4,56 persen kuartal sebelumnya. Lalu, jasa pendidikan tumbuh 2,44 persen dari 1,22 persen, real estate tumbuh 1,98 persen dari sebelumnya 2,30 persen.

Selain itu, ada sektor usaha dari administrasi pemerintahan yang sebesar 1,86 persen. Angka tersebut membaik dari catatan kuartal II yang minus 3,21 persen. Lalu, pertanian, tumbuh 2,15 persen dari sebelumnya 2,19 persen.

Sementara sisanya, yaitu sektor transportasi dan pergudangan terkontraksi hingga minus 16,7 persen, akomodasi minus 11,86 persen, jasa lainnya minus 5,55 persen, dan jasa perusahaan minus 7,61 persen. Menurutnya, sektor-sektor tersebut tak terlepas imbas wabah Covid-19 yang masih berlangsung sehingga membuat orang enggan untuk berpergian jauh.

Sedangkan industri pengolahan minus 4,31 persen, perdagangan minus 5,03 persen, konstruksi minus 4,52 persen, pertambangan minus 4,28 persen, pengadaan listrik dan gas minus 2,44 persen, dan jasa keuangan minus 0,95 persen.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Mhe0qbAL8YM

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore