
Photo
JawaPos.com - Perusahaan Umum Kehutanan Negara atau biasa disingkat menjadi Perum Perhutani telah melakukan aksi korporasi penggabungan (merger) anak usahanya untuk meningkatkan fokus produk serta mendukung program pengelolaan hutan berkelanjutan.
"Salah satu tujuan dari merger anak perusahaan itu adalah terciptanya sinergi potensial, sehingga siap dalam menghadapi persaingan usaha secara nasional dan global," kata Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro di Jakarta, Jumat (5/8).
Aksi korporasi tersebut berupa penggabungan anak perusahaan ke dalam dua subholding, yaitu Inhutani I, II, dan III bergabung ke dalam Inhutani I serta Inhutani IV, V dan PT Perhutani Anugerah digabung ke dalam Inhutani V.
Kemudian, Inhutani I, Inhutani II, dan Inhutani III bergabung ke dalam entitas Inhutani I yang fokus terhadap bisnis kayu dengan produk-produk kayu bulat, kayu olahan (raw sawn timber, plywood, barecore) dan biomassa serta pengembangan proyek-proyek nature based solutions atau perdagangan karbon.
Sedangkan, Inhutani IV, Inhutani V, dan Perhutani Anugerah Kimia bergabung ke dalam entitas Inhutani V yang berfokus pada produk hasil hutan bukan kayu berupa gondorukem, terpentin, dan derivat.
Wahyu menjelaskan penggabungan anak perusahaan itu dilakukan usai mendapatkan pengesahan legal merger dari Kementerian Hukum dan HAM yang ditetapkan berlaku efektif mulai 1 Agustus 2022.
Menurutnya, langkah penggabungan itu adalah salah satu implementasi inisiatif strategis dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Perhutani 2020-2024, yang juga merupakan bagian dari 88 proyek strategis Kementerian BUMN terkait inovasi model bisnis BUMN dan rasionalisasi jumlah perusahaan pelat merah.
Penggabungan itu dilakukan terhadap entitas yang memiliki model bisnis serupa dan diantaranya terkendala permasalahan finansial untuk operasional. "Dengan demikian, diharapkan terbentuk sinergi dalam bentuk strategi usaha yang lebih optimal sehingga memiliki kemampuan operasional yang lebih baik dalam menghadapi persaingan usaha secara nasional maupun global," jelas Wahyu.
Adapun bisnis wisata yang dikelola oleh Perhutani dan Inhutani I akan dilakukan alih kelola secara bertahap kepada anak perusahaan Perhutani lainnya, yaitu Palawi Risorsis. Perseroan akan menutup anak usaha BUMN Hijau Lestari untuk menghasilkan portfolio holding yang lebih baik.
Berdasarkan proyeksi keuangan pasca penggabungan tahun 2022-2027, merger anak perusahaan grup Perhutani dengan bisnis inti kayu maupun hasil hutan bukan kayu memiliki dampak positif pada kinerja keuangan perusahaan yang diproyeksikan semakin meningkat dibandingkan sebelum dilakukan merger, khususnya pada parameter-parameter pokok keuangan berupa pendapatan, laba bersih, rasio hutang terhadap laba kotor dan arus kas operasi. Setelah aksi korporasi merger anak perusahaan, grup Perhutani saat ini terdiri dari Inhutani I, Inhutani V, dan Palawi Risorsis.
Sebelumnya grup Perhutani terdiri dari Inhutani I, Inhutani II, Inhutani III, Inhutani IV, Inhutani V, Palawi Risorsis, Perhutani Anugerah Kimia, BUMN Hijau Lestasi. "Penggabungan itu juga dilakukan dengan telah memperhatikan kepentingan masing-masing peserta penggabungan, pemegang saham, karyawan, kreditur, mitra usaha dan masyarakat serta memperhatikan persaingan yang sehat," ungkap Wahyu. (*)

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
