
Ilustrasi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta
JawaPos.com - Presiden Jokowi telah memilih 14 nama yang diserahkan ke panitia seleksi Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melalui tahapan fit and proper test di Komisi XI DPR dalam waktu dekat.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengatakan, calon DK OJK yang baru harus menguasai dunia keuangan secara keseluruhan. Mulai dari industri perbankan, pasar saham, investasi, hingga keuangan digital.
Menurutnya, pemimpin OJK baru nanti harus lebih menguasai persoalan digitalisasi dibidang keuangan. Sebab, keuangan digital akan menjadi tantangan industri kedepannya. Dalam hal ini, bukan hanya soal pinjaman online namun segala aspek digitalisasi.
“Mulai bank digital, investasi online, ini yang harus diatur. Ini membutuhkan pengaturan yang dalam oleh keuangan digital,” ujarnya dalam kepada wartawan, Sabtu (2/4).
Nailul berharap, calon DK OJK yang baru harus memahami dan menguasai visi keuangan digital. Sebab, tantangan yang sangat berat bagi Indonesia akan datang dari sistem ekonomi digital. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir isu dunia industri keuangan digital cenderung negatif.
“Positifnya kurang. Misalnya pinjol, investasi, penipuan online, bank digital yang saya rasa citra negatifnya. Ini saya harapkan seharusnya bisa diminimalisir masalah-masalah itu kedepannya,” tuturnya.
Dalam mengatasi segala persoalan di dunia industri keuangan digital, lanjutnya, memerlukan dukungan dari sisi regulasi. Dalam hal ini, OJK memegang peranan yang sangat penting. “Caranya melalui peraturan OJK,” ucapnya.
Nailul melanjutkan, Pimpinan OJK yang baru juga harus memperhatikan dan fokus pada aspek perlindungan sosial. Sebab, hingga saat ini konsumen keuangan digital sambat bervariasi. Sementara literasi keuangan dan bidang keuangan digital itu sendiri masih rendah.
“Contohnya kasus-kasus penipuan investasi dan pinjaman online,” ungkapnya.
Nailul memandang, semua calon DK OJK yang baru sangat mempuni. Namun, sosok dan rekam jejak Mahendra Siregar dinilai menjadi yang paling ideal memimpin OJK yang baru. Sebab, Mahendra Siregar sudah lama bergelut didunia perbankan termasuk ekspor impor.
“Yang pasti semua calonnya saya rasa pintar-pintar ya. Kalau Mahendra Siregar, beliau sudah lama di dunia perbankan khususnya ekspor impor. Jadi Mahendra yang cukup membawa Pimpinan OJK. Kalau Ketua pak Mahendra cukup mempuni. Kalau pak Mirza di BI jadi dasarnya, ditambah beliau ketua perkumpulan Fintech. Saya rasa mampu. Pak Mahendra dan Mirza,” ungkapnya.
Sementara, pakar hukum fintech dan keuangan digital Chandra Kusuma mengatakan, ke-14 nama tersebut memiliki profil dan rekam jejak yang kuat dengan spesialisasi khusus yang relevan di industri jasa keuangan untuk mengemban amanah sebagai Komisioner OJK 2022-2027.
Namun, menurutnya, sosok yang paling sesuai sebagai kandidat yang paling ideal untuk posisi Ketua OJK adalah Mahendra Siregar. Sebab, Mahendra telah memiliki pengalaman dalam berbagai aspek perekonomian strategis negara, mulai dari perdagangan dan sektor riil, keuangan, investasi hingga international affairs.
Sehingga ia tidak hanya dapat melihat dari sudut pandang kepentingan industri jasa keuangan, namun terlebih lagi kepentingan negara dan otomatis termasuk masyarakat atau konsumen terkait. Bahkan saat krisis global 2007-2008 terkait Lehman Brothers case, Mahendra sudah terlibat aktif dalam perumusan dan koordinasi kebijakan lintas lembaga dalam negeri dan luar negeri dalam kapasitasnya sebagai Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional di bawah tiga menteri yang berbeda.
“Beliau konsisten dipercaya sebagai birokrat karena kepemimpinan, integritas dan kompetensinya. Hasilnya, Pak Mahendra memiliki multidimensional perspectives and wisdom serta kemampuan stakeholders management dan crisis management yang amat dibutuhkan dalam memimpin OJK di era pandemi ini dan setelahnya. Menurut saya ini langka dan sangat krusial,” kata Chandra dalam keterangannya.
Menurutnya, kemampuan diplomasi dan multidisciplinary approach Mahendra juga akan sangat berguna dalam menjalin komunikasi antar lembaga dalam konteks sinergi kelembagaan dan harmonisasi kebijakan yang efektif antar OJK dan lintas kementerian serta lembaga terkait termasuk BI dan Kemenkeu.
“Kombinasi kompetensi dan keahlian sebagai ekonom, birokrat, teknokrat bahkan diplomat ada di dalam diri beliau. Sisi teknokratnya terlihat dari pengalamannya dipercaya mengemban berbagai posisi penting di berbagai BUMN dan swasta sehingga secara alami ia memiliki pemahaman ekstensif mengenai market conduct dan berbagai permasalahan dari beragam industri dan sub-sektor usaha yang kompleks," ungkapnya.
Terkait reformasi struktural di internal OJK, kata Chandra, kemampuan komunikasi menjadi penting dalam hal strategic HR management untuk dapat mengartikulasikan roadmap, core framework, prioritas dan arah kebijakan OJK secara jelas kepada setiap jajarannya, mulai Deputi Komisioner, Kepala Departemen hingga pegawai teknis untuk dapat ditindaklanjuti dengan sistematis, tepat dan cepat.
“Jika Mahendra terpilih sebagai ketua OJK, menurut saya tidak ada kepentingan politik yang mempengaruhi atau mendasarinya. Ini karena leadership, pengalaman, expertise dan kompetensi serta integritasnya yang konsisten teruji. Menurut saya pribadi, Mahendra dan Mirza akan menjadi kombinasi pemimpin yang luar biasa membawa perubahan positif di OJK dan industri jasa keuangan.
”Kalau Mirza jelas sudah tidak perlu diragukan, beliau ekonom handal yang juga reformis dan inovatif dengan leadership yang terbukti. Sisi akademis dan risetnya juga sangat kuat untuk membantu kepemimpinan Mahendra. Beliau sangat paham fundamental dan market conduct industri jasa keuangan serta international best practices yang dinamis,” pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
