
Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah
JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih belum beranjak di zona merah. Mengitup Yahoo Finance, Dolar menindas Rupiah hingga di level 14.930 per Dolar.
Analis Forextime Lukman Otunuga mengatakan, Rupiah tergelincir karena situasi dagang yang semakin tegang antara dua ekonomi terbesar dunia yaitu Amerika Serikat dan Tiongkok.
“Investor memilih untuk waspada di awal pekan perdagangan ini setelah China membatalkan rencana negosiasi dagang dengan pemerintah AS di akhir pekan,” ujarnya seperti diberitakan Rabu (26/9).
Menurutnya, sentimen pasar semakin memburuk di saat Presiden Donald Trump mulai memberlakukan tarif terhadap USD 200 miliar barang Tiongkok di hari Senin kemarin. Tiongkok diperkirakan untuk membalas dengan tarif terhadap USD 60 miliar barang AS, sehingga penghindaran risiko sepertinya akan semakin tinggi dan semakin menekan Rupiah serta mata uang pasar berkembang lainnya.
Walaupun sentimen pasar tetap sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi dagang global, kata Lukman, fokus terbesar juga akan tertuju pada rapat Fed pekan ini. Suku bunga AS diprediksi akan ditingkatkan di bulan September dan mungkin ditingkatkan kembali untuk keempat kalinya di bulan Desember.
“Kenaikan suku bunga mendatang ini sudah sangat diperhitungkan dalam harga saat ini, namun masih dapat memicu arus keluar modal dari pasar berkembang, termasuk Indonesia,” tandasnya.
Lukman menyebut, Bank Indonesia akan menjadi pusat perhatian di hari Kamis esok. Diperkirakan akan meningkatkan suku bunga untuk kelima kalinya sejak pertengahan bulan Mei dapat membantu Rupiah. Meskipun penurunan berulang kali dalam beberapa pekan terakhir memastikan bahwa Rupiah tetap tertekan oleh berbagai faktor eksternal.
“Ketegangan dagang AS-China memicu ketidakpastian dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed mendukung Dolar sehingga Rupiah tetap rentan mengalami kejutan negatif. Dari aspek teknis,USDIDR dapat menantang level 14.900 di jangka pendek apabila Dolar terus diuntungkan oleh arus safe haven,” tuturnya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
