
Jajaran direksi dan komisaris PGE. (Istimewa)
JawaPos.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) melakukan perubahan jajaran direksi sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan perusahaan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), perseroan resmi menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama menggantikan Julfi Hadi.
Selain itu, RUPSLB juga menetapkan Andi Joko Nugroho sebagai Direktur Operasi. Dia menggantikan posisi Ahmad Yani yang sebelumnya menempati jabatan tersebut.
Komisaris Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Gigih Udi Atmo, menyampaikan bahwa penunjukan Ahmad Yani sebagai Direktur Utama merupakan langkah strategis. Langkah ini memastikan arah bisnis perseroan selaras dengan target jangka panjang yang telah ditetapkan.
“Kami optimistis keputusan strategis ini membuka ruang pengembangan bisnis dan operasional Perseroan yang lebih luas ke depan. Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Bapak Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih dalam keterangannya, Minggu (25/1).
Sebelumnya, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PGE sejak 2023. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman mendalam di industri panas bumi.
Selama masa jabatannya, Ahmad Yani berperan penting dalam menjaga keandalan operasi. Kemudian, meningkatkan efisiensi pembangkitan serta pengelolaan operasional yang berkelanjutan di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola perseroan.
Pada 2025, di bawah kepemimpinannya, PGE mencatatkan capaian produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Tak hanya fokus pada penguatan operasional, Ahmad Yani juga mendorong akselerasi inovasi dan pengembangan teknologi.
Hal ini diwujudkan melalui sejumlah inisiatif, seperti pilot project green hydrogen di Ulubelu, serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic. Ahmad Yani menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kepemimpinan perseroan sekaligus menjaga kesinambungan visi strategis yang telah dibangun sebelumnya.
“Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, saya berkomitmen memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional," jelasnya.
Untuk diketahui, PGE menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan. Target ini akan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033 sebagai langkah strategis perusahaan.
Target tersebut ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri. Hal ini bertujuan mendukung ketahanan energi dan agenda Net Zero Emission 2060.
Seiring dengan perubahan tersebut, berikut susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy Tbk:
Susunan Dewan Komisaris
• Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo
• Komisaris: John Anis

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
