Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Juni 2023 | 19.49 WIB

Penggunaan TKDN oleh Pertamina Capai 60 Persen, Tembus USD 1,5 Miliar

Dirut Pertamina Nicke Widyawati Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) berhasil menorehkan pertumbuhan kinerja tertinggi dalam sejarah pada tahun 2022. Salah satunya, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, angka tersebut lebih tinggi dari target perusahaan, dengan nilai TKDN mencapai USD 1,5 miliar. TKDN ini melibatkan lebih dari 5.600 manufaktur lokal/nasional dan sekitar 82 ribu tenaga kerja lokal dan nasional.

"Saya mengapresiasi TKDN dalam proses bisnis Pertamina. TKDN ini bertujuan meningkatkan industri dalam negeri, jadi dampak multiplier effectnya sangat besar," ujarnya pada Media Briefing Pertamina di Jakarta, Selasa (6/6). 

Nicke menjelaskan, di bidang hulu, lifting migas meningkat 15 persen menjadi 837 ribu barel setara minyak bumi per hari (mboepd) dibanding lifting tahun lalu 728 mboepd. Bertumbuhnya kinerja upstream ini ditopang oleh kegiatan investasi dan pemanfaatan teknologi sehingga dapat mencapai success ratio dalam kegiatan pengeboran hulu dan memicu optimalisasi produksi.

Pihaknya mencatat, produksi migas tahun ini naik 8 persen menjadi 967 mboepd. Selain itu, operational excellence juga terlihat pada usaha hilir, terlihat dari ketersediaan (availability) dan akses (accessibility) terhadap produk BBM kepada masyarakat meningkat, dengan coverage nasional 98 persen melalui berbagai program seperti BBM Satu Harga, Pertashop dan One Village One Outlet (OVOO).

"Distribusi energi melalui program BBM Satu Harga dengan membangun lembaga penyalur BBM di wilayah, tertinggal, terdepan dan terluar (3T)," jelasnya.

Kemudian, hingga akhir 2022, program yang telah dimulai pada tahun 2017 dan bertujuan mendukung Pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan ini telah mencapai 413 titik lembaga penyalur. Khusus tahun 2022, terjadi penambahan dari 92 titik BBM Satu Harga di daerah 3T.

Penyaluran BBM yang mengedepankan prinsip ketersediaan dan keterjangkauan juga dikembangkan Pertamina melalui OVOO. Pengembangan outlet BBM ramah lingkungan yang dikenal dengan Pertamina Shop (Pertashop) ini terus berlanjut untuk menjangkau wilayah pedesaan yang jauh dari SPBU dan tercatat hingga akhir tahun 2022 telah mencapai 6.152 titik Pertashop.

Selain BBM ramah lingkungan, melalui program OVOO Pertamina juga membangun agen LPG untuk menyalurkan energi gas tabung. Hingga akhir 2022, jumlah outlet yang beroperasi sebanyak 64.277 titik.

"Program ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan tabung gas, khususnya LPG Bersubsidi," imbuh Nicke.

Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan penggunaan gas alam di sektor rumah tangga, Pertamina juga memperluas sambungan gas rumah tangga, dimana di tahun 2022 telah dibangun 384.000 Sambungan Rumah Tangga (SRT) baru.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

"Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina," tandasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore