
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal sumber dana bantuan bencana sebesar Rp 4 miliar untuk 52 Kabupaten/Kota dan Rp 20 miliar per provinsi yang bakal disalurkan Presiden Prabowo Subianto kepada daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun, Purbaya sempat gugup dan tertawa kecil ketika ditanya detail sumber anggarannya.
“Hehe hehe... Hehe, jadi gini,” ucap Purbaya sambil menengok ke arah Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Deni Surjantoro saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
Setelah jeda sejenak, Purbaya akhirnya menjelaskan bahwa pemerintah masih memiliki alokasi rutin untuk penanganan bencana. Menurutnya, setiap tahun Pemerintah mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 5 triliun.
“Ada masih anggaran untuk bencana, kan ada setiap tahun tuh sebesar Rp 5 triliun. Itu satu,” ujarnya.
Selain anggaran tahunan, Purbaya mengungkap pemerintah juga melakukan penyisiran terhadap struktur belanja 2026. Bahkan ia menyebut penyisiran itu dilakukan sebelum kejadian bencana terjadi dan menyasar kegiatan yang dinilai kurang penting.
“Nanti kita sisir anggaran 2026. Sebelum kejadian, sudah kita sisir sebelumnya untuk kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu berguna, seperti rapat nggak jelas atau segala macam,” ungkapnya.
Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa proses itu bukan pemotongan anggaran, melainkan efisiensi. Dari penyisiran tersebut, kementeriannya menemukan potensi ruang fiskal sekitar Rp 60 triliun.
Ia juga memastikan pemerintah tidak akan mengulangi kebiasaan lama yang melakukan asal potong anggaran. Itu sebabnya ia meminta semua pihak untuk tidak khawatir terkait sumber dana bencana bagi Aceh, Sumut, dan Sumbar.
"Jadi enggak usah terlalu khawatir, anggarannya ada. Bukannya memotong anggaran, tapi dari mengurangi kegiatan-kegiatan yang enggak jelas, rapat enggak jelas. Yang jelas sih enggak apa-apa ya, jadi kita udah sisir," tutur Purbaya.
"Begitu APBN-nya selesai, kita sisir semuanya, kita enggak mau ngulangin lagi seperti tahun lalu yang mana kita potong aja, asal potong," tambahnya.
Dengan adanya dana cadangan plus ruang efisiensi tersebut, Purbaya memastikan bahwa komitmen Presiden Prabowo untuk menyalurkan Rp 4 miliar ke setiap kabupaten/kota terdampak dan Rp 20 miliar untuk tiap provinsi tidak akan mengganggu postur APBN.
“Dari situ, jadi untungnya dari situ. Kita masih ada cadangan, jadi enggak usah khawatir," tutupnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
