Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 November 2025 | 17.20 WIB

Harga Emas Antam 6 November 2025: Naik Rp 27.000 Jadi Rp 2.287.000 Per Gram

Emas Antam. (Dok. JawaPos.com) - Image

Emas Antam. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Harga emas Antam tercatat melonjak sebesar Rp 27.000 menjadi Rp 2.287.000 per gram pada perdagangan Kamis (6/11).

Harga emas Antam ini tercatat melonjak dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya pada Rabu (4/11) yang dibanderol Rp 2.260.000 per gram. 

Harga yang naik juga berlaku untuk penjualan kembali atau buyback sebesar Rp 27.000 menjadi Rp 2.152.000 per gram.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan buyback sebelumnya yang dikenakan Rp 2.125.000 per gram. 

Dengan begitu, jika masyarakat ingin menjual emas koleksinya akan dikenakan harga senilai Rp 2.152.000 per gram.

Bagi pemilik emas batangan yang telah dibeli sejak November tahun 2022 atau sekitar tiga tahun ke belakang, maka harga jual yang diperoleh sangat menguntungkan alias cuan. Pasalnya, harga emas pada 26 November 2022 berada di level Rp 936.000 per gram. 

Jika saja memiliki 5 gram dengan harga beli mencapai Rp 4.680.000, apabila dijual saat ini maka akan laku sebesar Rp 11.435.000 (belum termasuk pajak).

Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh secara total dari penjualan 5 gram emas Antam tahun 2022 tersebut sebesar Rp 6.755.000. 

Di sisi lain, mengutip Reuters, harga emas dunia naik lebih dari 1 persen karena investor menghindari aset-aset berisiko meskipun data penggajian swasta AS lebih kuat dari perkiraan.

Harga emas Spot dan Berjangka Naik

Harga emas spot naik 1,3 persen menjadi USD 3.983,89 per troy ounce, sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,8 persen dan ditutup sebesar USD 3.992,90 per troy ounce. 

Jumlah lapangan kerja swasta Amerika Serikat (AS) meningkat sebesar 42.000 bulan lalu, melampaui perkiraan Reuters sebesar 28.000, menurut laporan ketenagakerjaan ADP pada hari Rabu (5/11) waktu setempat.

Pasar tenaga kerja yang kuat biasanya mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga dan dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. 

Sementara itu, Federal Reserve memangkas suku bunga AS minggu lalu, dengan Ketua Jerome Powell mengindikasikan bahwa itu bisa menjadi pengurangan terakhir tahun ini.

Pedagang melihat peluang 63 persen terjadinya pemotongan suku bunga lagi pada bulan Desember, turun dari lebih dari 90 persen minggu lalu. 

Emas yang tidak menghasilkan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan selama masa ketidakpastian ekonomi. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore