
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum tahu soal rencana pemutihan tunggakan iuran peserta BPJS Kesehatan. Itu sebabnya, ia mengaku akan mencoba melakukan diskusi dan menindaklanjuti wacana tersebut dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
"Rupanya saya belum dikasih tahu, jadi masih didiskusikan. Siapa yang bayar dan bebannya seperti apa. Nanti akan didiskusikan lebih lanjut," kata Purbaya dalam Media Gathering APBN 2026 di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10).
Selain itu, Purbaya mengaku masih belum tahu detail soal alasan di balik dari rencana pemutihan tunggakan iuran BPJS Kesehatan itu.
"Nanti, saya belum tahu alasannya seperti apa, kita akan follow up hasil pertemuan dengan Mensesneg," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat (PMK) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan bahwa pemerintah berencana untuk membebaskan masyarakat dari beban tunggakan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai triliunan rupiah.
Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bentuk pemerintah untuk memastikan agar masyarakat Indonesia bisa tetap mendapatkan hak layanan kesehatan tanpa terbebani tunggakan iuran BPJS Kesehatan.
"Saya sedang terus berusaha agar tunggakan utang seluruh peserta BPJS ini segera dibebaskan," tutur Cak Imin dalam keterangannya, Kamis (2/10).
Bahkan, Cak Imin sendiri menargetkan bahwa pembebasan tunggakan BPJS Kesehatan itu bisa dilunasi oleh pemerintah pada November 2025. Sehingga pada bulan tersebut seluruh tunggakan tidak akan lagi dianggap utang bagi masyarakat.
"Jadi, tidak dianggap utang lagi. Semoga sukses bulan depan ini (November 2025). Setelah tunggakan dilunasi oleh pemerintah, maka semua peserta bisa memulai iuran baru," tambahnya.
Merespons hal itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rencana pemutihan tunggakan iuran BPJS Kesehatan perlu dikaji lebih dalam. Pasalnya, data tunggakan perlu diverifikasi dan hal itu membutuhkan waktu.
"Sedang dipelajari dulu, dihitung dulu. Ada rencana seperti itu, tapi mohon waktu karena itu kan pasti harus dihitung. Datanya juga harus diverifikasi, kemudian angka nominalnya juga harus dipertimbangkan," ujar Prasetyo, kemarin.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
