
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan Dandy Satria Iswara dalam Talkshow Program Nusantara Kini di JawaPosTV. (YouTube JawaPosTV)
JawaPos.com - Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan Dandy Satria Iswara menyebut, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan memotong rantai pasok barang strategis ke desa-desa di seluruh tanah air.
Ia mengatakan, selama ini sejumlah produk strategis, seperti minyak goreng, pupuk, gas LPG, dan beras harus lebih dulu menempuh jalur panjanguntuk sampai ke desa.
Mulai dari pabrik ke agen ke distributor kesatu dan kedua, baru kemudian sampai ke pengecer di permukiman.
"Niat pemerintah, khusus untuk produk-produk strategis memang dipotong rantai pasok yang panjang itu. Karena ujungnya yang menikmati adalah masyarakat," kata Dandy Satri Iswara dalam Talkshow Program Nusantara Kini di JawaPosTV, dikutip Kamis (2/10).
Tak hanya itu, Dandy juga memastikan bahwa pemotongan supply chain atau rantai pasok untuk sejumlah produk strategis akan berdampak positif bagi masyarakat. Salah satunya, harga produk menjadi lebih murah dari biasanya.
Dandy mencontohkan gas LPG 3 kg atau biasa disebut gas melon. Dengan adanya Kopdes Merah Putih harga jual LPG melon akan turun.
Bila sebelumnya masyarakat harus mengeluarkan kocek sekitar Rp 25 ribu per tabung, nantinya harga bisa turun menjadi Rp 18 ribu per tabung.
"Tentu dengan langsung dari agen ke Kopdes Merah Putih, tentu harganya bisa di bawah itu. Mungkin bisa Rp 18 ribu. Menjadi lebih ringan masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, Dandy juga menekankan perlunya pemotongan supply chain bagi produk-produk strategis.
Mengingat, produk-produk tersebut memang sudah seharusnya dinikmati langsung oleh masyarakat, bukan kelompok atau kepentingan tertentu.
Selain gas melon, Dandy juga menilai harga produk strategis yang lebih murah juga akan berlaku pada pupuk.
Di mana nantinya, pupuk subsidi akan lebih mudah dijumpai. Seperti di salah satu desa di Jawa Barat yang terbiasa menggunakan pupuk nonsubsidi.
"Sebagai contoh, yang kami lihat di Desa Hambalang, sebelumnya mereka selalu menerima pupuk nonsubsidi, harganya mahal. Mereka adalah petani singkong, begitu dapet pupuk subsidi langsung dari PT Pupuk dengan harga sangat murah," tutup Dandy.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
