Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 23.29 WIB

Paket Ekonomi 8+4+5 Dirilis, Ekonom Yakin Bisa Perluas Lapangan Kerja dan Tekan Pengangguran

 

Ilustrasi lapangan kerja. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com – Pemerintah resmi meluncurkan paket kebijakan 8+4+5. Langkah ini sebagai akselerasi pertumbuhan ekonomi di semester II 2025 dan tahun 2026. Pemerintah menggelontorkan hingga Rp 16,23 triliun untuk program tersebut.
 
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, kebijakan ini akan berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah lapangan kerja semakin banyak.
 
“Kombinasi stimulus tunai, insentif pajak, dan program padat karya akan menyerap jutaan pekerja baru di sektor perdesaan, informal, dan padat karya,” ujar Andry, Selasa (16/9).
 
Andry menyakini, insentif yang diperluas akan membantu menjaga daya beli rumah tangga dan mendukung sektor usaha padat karya tetap produktif.
 
 
Pemerintah diketahui merilis delapan program utama. Diantaranya, program magang lulusan baru yang menargetkan 20 ribu fresh graduates dengan uang saku Rp 3,3 juta per bulan selama enam bulan. Ada pula perluasan PPh 21 DTP bagi 552 ribu pekerja sektor pariwisata, bantuan pangan bagi 18,3 juta keluarga penerima manfaat, diskon iuran JKK & JKM untuk 731 ribu pekerja transportasi online, dan padat karya tunai bagi 609 ribu orang selama September–Desember.
 
Pemerintah juga mempercepat deregulasi PP28 untuk OSS dan RDTR digital di 50 daerah tahun ini, serta menggarap program perumahan BPJS dengan relaksasi bunga KPR/KPA. Untuk DKI Jakarta, ada pilot project perkotaan senilai Rp 2,7 triliun yang fokus pada peningkatan kualitas pemukiman dan dukungan ekonomi gig.
 
Empat program berlanjut ke tahun 2026. Di antaranya perpanjangan PPh final UMKM 0,5 persen hingga 2029, insentif PPh 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata dan padat karya, serta perluasan diskon iuran BPJS untuk 9,96 juta pekerja informal seperti petani dan nelayan.
 
Pemerintah juga merilis lima paket kebijakan khusus penyerapan tenaga kerja. Diantaranya program Koperasi Desa Merah Putih dengan target serapan 1,38 juta pekerja tahun ini, Kampung Nelayan Merah Putih dengan potensi 200 ribu pekerjaan, revitalisasi tambak pantura (168 ribu pekerja), modernisasi kapal nelayan (200 ribu pekerjaan), serta replanting 870 ribu hektare perkebunan rakyat yang diperkirakan membuka 1,6 juta lapangan kerja selama dua tahun.
 
Menurut Andry, fokus pada sektor perdesaan dan perikanan akan memperluas basis produktivitas nasional. “Ini bukan hanya soal mengurangi pengangguran, tetapi juga membangun fondasi kapasitas SDM dan memperkuat ketahanan pangan ke depan,” tandasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore