
Mantan Menparekraf Sandiaga Uno. (Istimewa)
JawaPos.com - Sandination bersama Yayasan Indonesia Setara kembali menghadirkan program pengembangan kewirausahaan bertajuk Masterclass Rocket Acceleration: Leadership Series. Kegiatan ini digelar di Mula Learning Center, Jalan Baru, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (6/9).
Sebanyak 50 brand terpilih dari program Rocket Acceleration mengikuti sesi intensif tersebut, yang menghadirkan para tokoh inspiratif di dunia bisnis nasional, di antaranya CEO Mizan Group Ali Zaenal Abidin, Founder Sandination Sandiaga Salahuddin Uno, dan CEO Qasir Rachmat Anggara.
Dalam sambutannya, Sandiaga Uno menyampaikan kegiatan ini bertujuan mendukung pertumbuhan dan percepatan para wirausahawan muda serta inovator sosial.
Diakuinya, sejak tak lagi berada di lingkaran pemerintahan, dirinya semakin aktif menggelorakan gerakan kewirausahaan.
Dirinya pun mengaku kian luwes berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja.
“Kepemimpinan visioner tidak hanya mengejar profit, tetapi juga harus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, pemimpin masa depan harus mampu membuka lapangan kerja, memberdayakan komunitas, serta membangun kewirausahaan sosial sebagai motor perubahan.
Ia juga menegaskan pentingnya ketahanan mental, kemampuan beradaptasi dengan cepat, serta membangun jejaring strategis sebagai akselerator pertumbuhan bisnis.
Sementara itu, CEO Mizan Group Ali Zaenal Abidin membuka sesi dengan mengajak para peserta untuk menemukan kembali makna hidup sebagai dasar dalam membangun dan memimpin bisnis.
Ia berbagi kisah perjalanannya membesarkan Mizan Group, termasuk tantangan dan pembelajaran penting yang ia alami.
“Seorang pemimpin perlu menyelaraskan visi pribadi dengan bisnis. Ini penting agar tetap konsisten dan kokoh dalam menghadapi dinamika dunia usaha,” kata Ali.
Menutup rangkaian masterclass, CEO Qasir Rachmat Anggara membagikan pengalamannya membangun Qasir dari nol hingga menjadi salah satu startup yang mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan.
Ia menekankan pentingnya efisiensi biaya, fokus pada pengguna aktif, serta menjauhi vanity metrics. Dengan menjaga tim tetap ramping dan mengandalkan automasi, Qasir berhasil mencapai arus kas positif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
