Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo (tengah), Team Leader Project Poso, Mahendra Wahyu (kemeja putih/Badan Bank Tanah). (Ilham Wancoko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Badan Bank Tanah (BBT) tak sekadar membagikan tanah dalam program reforma agraria. Lebih dari itu, BBT berupaya keras pemberian hak pengelolaan tanah benar-benar berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Seperti yang dilakukan di Palu dengan melakukan semacam rekayasa sosial untuk membuat petani kakao sejahtera. Yaitu, mencarikan bibit dan bahkan investor bagi petani dilakukan BBT.
Sekretaris Badan Bank Tanah Jarot Wahyu Wibowo menuturkan, Sulawesi Tengah (Sulteng) merupakan lumbung kakao Indonesia. Dari 641 ribu ton kakao produksi nasional, sekitar 146 ribu ton kakao berasal dari Sulteng. "Masalahnya kekurangan lahan, bibit, dan pemasarannya. Itu belanja masalahnya dari petani," papar Jarot Wahyu Wibowo pada Senin (4/8).
Oleh karena itu, BBT menyiapkan lahan untuk pengembangan kakao. Selain itu menyiapkan master plan pengembangan kakao. "Jadi lahan disiapkan dari eks HGU yang sudah habis masanya," terangnya.
Selanjutnya, mendengar permasalahan petani yang mengeluhkan bibit kakao. BBT berupaya untuk ke Badan Pengelolan Dana Perkebunan (BPDP). "Kami akan melakukan MoU atau kesepakatan untuk penyediaan bibit kakao bagi petani. Bank Tanah bersama-sama dengan BI Palu, Kementerian UMKM dan Pemerintah Propinsi membangun ekosistem rantai pasok coklat dari Hulu, seperti bibit, sarana dan prasarana hingga di Hilir dari sisi mitra Investor," terangnya.
Nah, masalah lainnya soal pemasaran kakao. Dia mengatakan BBT juga memiliki tugas memastikan lahan benar-benar dimanfaatkan. "Hambatan kurangnya investor perlu diatasi, kami juga mencarikan investor," urainya.
Dia menerangkan, BBT tidak hanya menyiapkan lahan, tapi bekerja dari awal hingga akhir untuk membuat industri kakao di Sulteng mampu bersaing dengan dunia internasional. "Semua masalah kami petakan dan mencari solusinya, jadi Bank Tanah ini mengawal agar benar-benar reforma agraria ini mensejahterakan masyarakat. Itu tugas utama kami," paparnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menjelaskan, sebenarnya kebijakan ini merupakan upaya hilirisasi kakao di Sulawesi Tengah. "Kami membantu meningkatkan produksi kakao nasional, dengan pilot project di Sulteng," urainya. (idr)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
