Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) Presiden Donald Trump secara resmi telah merilis daftar tarif impor terbaru untuk puluhan negara di dunia. Daftar tersebut mencakup hampir 68 negara termasuk Uni Eropa, termasuk Indonesia.
Melalui laman resmi Gedung Putih, kenaikan tarif bervariasi dari 10 persen hingga 50 persen, tergantung hasil negosiasi bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan negara mitra dagangnya.
"Presiden Trump telah mengatur ulang puluhan tahun kebijakan perdagangan yang gagal," kata Gedung Putih dalam pernyataan resminya, dikutip Minggu (3/8).
"Perintah hari ini menegaskan komitmen Presiden untuk mengambil kembali kedaulatan ekonomi Amerika,” imbuhnya.
Negara-negara yang tidak mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan AS akan dikenakan tarif minimum sebesar 10 persen. Namun, telah banyak negara yang mendapatkan tarif tinggi setelah negosiasi dianggap gagal.
Meski begitu, tarif baru untuk Kanada belum tercantum dalam dokumen ini, meskipun sebelumnya telah diumumkan bahwa negara tersebut akan dikenai tarif sebesar 35 persen.
Berikut Daftar Terbaru Tarif Impor Baru Trump untuk 68 Negara di Dunia:
Afghanistan 15 persen
Aljazair 30 persen
Angola 15 persen
Bangladesh 20 persen
Bolivia 15 persen
Bosnia dan Herzegovina 30 persen
Botswana 15 persen
Brazil 10 persen
Brunei 25 persen
Kamboja 19 persen
Kamerun 15 persen
Chad 15 persen
Costa Rica 15 persen
Côte d`Ivoire 15 persen
Democratic Republic of the Congo 15 persen
Ekuador 15 persen
Equatorial Guinea 15 persen
Falkland Islands 10 persen
Fiji 10 persen
Ghana 15 persen
Guyana 15 persen
Islandia 15 persen
India 25 persen
Indonesia 19 persen
Irak 35 persen
Israel 15 persen
Jepang 15 persen
Jordan 15 persen
Kazakhstan 25 persen
Laos 40 persen
Lesotho 15 persen
Libya 30 persen
Liechtenstein 15 persen
Madagaskar 15 persen
Malawi 15 persen
Malaysia 19 persen
Mauritius 15 persen
Moldova Rp 25 persen
Mozambik 15 persen
Myanmar 40 persen
Namibia 25 persen
Nauru 15 persen
Selandia Baru 15 persen
Nikaragua 18 persen
Nigeria 15 persen
Makedonia Utara 15 persen
Norwegia 15 persen
Pakistam 19 persem
Papua Nugini 15 persen
Filipina 19 persen
Serbia 35 persen
Afrika Selatan 30 persen
Korea Selatan 15 persen
Sri Lanka 20 persen
Swiss 39 persen
Suriah 41 persen
Taiwan 20 persen
Thailand 19 persen
Trinidad dan Tobago 15 persen
Tunisia 25 persen
Turki 15 persen
Uganda 15 persen
Inggris Raya 10 persen
Vanuatu 15 persen
Venezuela 15 persen
Vietnam 20 persen
Zambia 15 persen
Zimbabwe 15 persen

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
