Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 18.16 WIB

IHSG Dibuka Menguat, Simak Rekomendasi Saham untuk Trading Pekan Ini

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pasar saham Indonesia dibuka zona hijau pada level 7.630 pada perdagangan Senin (28/7). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau makin naik ke level 7.650 pada pukul 10.17 WIB, naik 107 poin atau 1,42 persen.

Mengutip data RTI Business, volume transaksi di perdagangan tercatat 8.622 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4.570 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 572.655 kali. 

Pada awal perdagangan sesi sebanyak 361 saham tercatat menguat 183 saham melemah, dan 244 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.

Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menyampaikan potensi pada perdagangan pekan ini yang terhitung, Senin-Jumat, 28 Juli - 1 Agustus 2025. Imam menegaskan ada banyak data yang akan rilis baik dari domestik maupun global yang akan memengaruhi pergerakan IHSG. 

Dari global pasar akan menanti data suku bunga The Fed atau FFR yang akan rilis pada 31 Juli 2025 waktu Indonesia. Selain itu, konsensus memproyeksi suku bunga The Fed akan tetap di rentang 4,25 persen - 4,50 persen dengan probability 95,9 persen.

"Sebelumnya probability sempat berada di angka 79 persen-an di akhir Juni lalu, namun karena data-data tenaga kerja AS yang solid membuat probability suku bunga ditahan meningkat," kata Imam Gunadi dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Senin (28/7).

Lebih lanjut, Imam juga mengatakan bahwa AS juga akan merilis data PCE Juli, di mana untuk Core PCE (angka yang paling dipantau) menurut konsensus diproyeksikan akan berada di angka 0,3 persen atau naik dari 0,2 persen pada bulan Juni 2025, proyeksi kenaikan ini tentu tidak terlepas dari data tenaga kerja AS yang solid di bulan Juni.
 
Meski begitu, konsensus masih memproyeksikan manufaktur AS yang dicerminkan oleh data ISM Manufacturing PMI masih berada di level kontraksi tepatnya 49,6. Di pekan ini negara lainnya seperti Tiongkok dan Indonesia juga akan merilis data PMI nya.

Melalui data Caixin Manufacturing PMI memproyeksikan manufaktur Tiongkok masih akan berada di level ekspansifnya tepatnya di angka 50,3. Sedangkan Indonesia kemungkinan masih akan berada di level kontraksinya. Indonesia juga akan merilis data inflasi untuk bulan Juli 2025, yang mana inflasi Juli diproyeksikan akan naik 2.1% (menurut TEForecast).
 
"Jika melihat secara teknikal analisis, ada potensi IHSG akan bergerak bullish karena konsisten bergerak di atas MA5, namun terbatas dengan rentang support di 7400 dan resistance 7700. Hal ini ditengarai oleh adanya kemungkinan pembelian yang telah jenuh," beber Imam.

"Saat ini IHSG telah menyentuh external ratio fino 1,618 yang menggambarkan bahwa kenaikan yang selama ini terjadi sudah cukup tinggi. Di pekan ini juga akan rilis laporan keuangan big banks lainnya setelah BNI yang telah rilis, jadi pasar akan cenderung wait and see," tambahnya.

Rekomendasi IPOT

Guna merespons sejumlah sentimen di atas, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan 3 saham dan 1 obligasi untuk inspirasi trading pada pekan ini hingga Jumat, 1 Agustus 2025:

1. Buy on Pullback ASRI (Entry 149-150, TP 160 dan SL <146). Alam Sutera akan meluncurkan tiga proyek baru yang merupakan cluster baru di Alam Sutera 2, Suvarna Sutera, dan juga Sutera Nexen. ASRI juga terus mendorong penjualan stok yang diharapkan dapat meningkat, dikarenakan kebijakan insentif PPN DTP yang diperpanjang. Kedua hal ini juga didukung oleh adanya pemangkasan suku bunga oleh BI sebanyak 25 bps yang diharapkan dapat mendorong penjualan ASRI. Secara teknikal, dalam mayor trend, ASRI bergerak konsolidasi dan berpotensi membentuk pola Cup and Handle, namun pada minor movement, terjadi breakout pada pola CnH dan memvalidasi potensi pembentukan handle pada mayor patternnya, serta membentuk bullish candle diikuti oleh kenaikan volume yang signifikan.

2. Buy BRPT (Entry 2480, TP 2640 dan SL < 2400). BRPT mencatatkan net pembelian tertinggi di hari Jumat kemarin, serta secara teknikal juga menarik. BRPT bergerak dalam trend naik atau uptrend dengan akselerasi yang sangat kuat, pergerakan terakhir berpotensi membentuk primary movement baru, serta Membentuk bullish candle diikuti oleh lonjakan volume.

3. Buy on Breakout WIFI (Entry 2870, TP 3040 dan SL <2790). PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) terus memperluas jangkauan bisnisnya di sektor infrastruktur digital. Melalui anak usahanya, PT Jaringan Infra Andalan (JIA), Perseroan resmi mengakuisisi PT Garuda Prima Internetindo (GPI), penyedia jasa internet yang dikenal dengan nama Flynet atau Bali Internet. Secara teknikal, WIFI bergerak dalam trend naik atau uptrend dengan akselerasi harga yang kuat dan berpotensi melanjutkan trend naiknya setelah breakout bullish flag.

4. Buy Obligasi FR0091 di IPOT Bond. Pemangkasan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia membuat obligasi pemerintah khususnya FR cukup menarik. FR0091 bisa jadi pilihan karena harganya yang masih cukup menarik dengan tingkat kupon per tahun: 6.375% dengan jatuh tempo pada 15 April 2032.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore