Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 02.51 WIB

Menko Airlangga Ungkap 12 Perusahaan Data Center Amerika Serikat Sudah Ada di Indonesia

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. - Image

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan sudah ada 12 perusahaan data center asal Amerika Serikat (AS) yang berdiri di Indonesia.

Menurutnya, hal ini menjadi komitmen dua negara guna melakukan perlindungan data pribadi yang berdasar pada hukum nasional.

Hal ini disampaikan Airlangga di tengah banyak mata menyoroti salah satu poin dalam Joint Statement atau pernyataan bersama dua negara terkait kesepakatan tarif resiprokal 19 persen. Salah satunya, terkait data pribadi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikelola oleh AS.

"Pemerintah memastikan bahwa data ini dilakukan dalam kerangka yang secure, reliable, dan data governance. Dan untuk itu sudah 12 perusahaan AS mendirikan data center di Indonesia," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (24/7).

"Jadi artinya mereka juga sudah comply dengan regulasi yang diminta oleh Indonesia," tambahnya.

Lebih lanjut, dia membeberkan sejumlah perusahaan data center asal Amerika Serikat yang sudah beroperasi di Indonesia. Terdiri dari Amazon Web Services (AWS) yang berada di Jawa Barat.

Lalu, ada Microsoft, Equinix di Jakarta, EdgeConneX's di Jawa Barat. Oracle di Batam yang akan mereplikasi perusahaannya di Johor.

"Jadi mereka menargetkan investasi bisa sampai dengan 6 miliar dolar. Kemudian juga terkait dengan kolokasi bersama digital infrastructure Google Cloud dengan data center. Wallrack di Jakarta. Kemudian ada Cloudflare. Kemudian Brace, Anaplan Unlimited, ini seluruhnya bekerja sama dengan AWS," jelas Airlangga.

Bahkan, Airlangga juga mengatakan di Nongsa Digital Park, Batam, sudah ada AI data center. Dari kehadiran belasan industri data center asal AS di Indonesia, Airlangga mengatakan bahwa tanah air telah melakukan cross border data sesuai protokol tertentu bersama dengan negara yang terpercaya.

"Dan ASEAN sudah mendorong yang namanya DEFA atau Digital Economic Framework Agreement. Nah salah satu kan juga mengenai payment system, termasuk di dalamnya QRIS, itu pasti ada cross border data untuk mencegah fraud," bebernya.

Sumber foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore