
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan sudah ada 12 perusahaan data center asal Amerika Serikat (AS) yang berdiri di Indonesia.
Menurutnya, hal ini menjadi komitmen dua negara guna melakukan perlindungan data pribadi yang berdasar pada hukum nasional.
Hal ini disampaikan Airlangga di tengah banyak mata menyoroti salah satu poin dalam Joint Statement atau pernyataan bersama dua negara terkait kesepakatan tarif resiprokal 19 persen. Salah satunya, terkait data pribadi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikelola oleh AS.
"Pemerintah memastikan bahwa data ini dilakukan dalam kerangka yang secure, reliable, dan data governance. Dan untuk itu sudah 12 perusahaan AS mendirikan data center di Indonesia," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (24/7).
"Jadi artinya mereka juga sudah comply dengan regulasi yang diminta oleh Indonesia," tambahnya.
Lebih lanjut, dia membeberkan sejumlah perusahaan data center asal Amerika Serikat yang sudah beroperasi di Indonesia. Terdiri dari Amazon Web Services (AWS) yang berada di Jawa Barat.
Lalu, ada Microsoft, Equinix di Jakarta, EdgeConneX's di Jawa Barat. Oracle di Batam yang akan mereplikasi perusahaannya di Johor.
"Jadi mereka menargetkan investasi bisa sampai dengan 6 miliar dolar. Kemudian juga terkait dengan kolokasi bersama digital infrastructure Google Cloud dengan data center. Wallrack di Jakarta. Kemudian ada Cloudflare. Kemudian Brace, Anaplan Unlimited, ini seluruhnya bekerja sama dengan AWS," jelas Airlangga.
Bahkan, Airlangga juga mengatakan di Nongsa Digital Park, Batam, sudah ada AI data center. Dari kehadiran belasan industri data center asal AS di Indonesia, Airlangga mengatakan bahwa tanah air telah melakukan cross border data sesuai protokol tertentu bersama dengan negara yang terpercaya.
"Dan ASEAN sudah mendorong yang namanya DEFA atau Digital Economic Framework Agreement. Nah salah satu kan juga mengenai payment system, termasuk di dalamnya QRIS, itu pasti ada cross border data untuk mencegah fraud," bebernya.
Sumber foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
