Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 14.00 WIB

Bulog Ungkap Cara Identifikasi Beras Oplosan di Pasaran

Pengunjung memilih beras premium di Hypermart Ciputra World Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/7/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos) - Image

Pengunjung memilih beras premium di Hypermart Ciputra World Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/7/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Perum Bulog menyampaikan salah satu cara paling valid untuk mengidentifikasi kualitas beras premium yang ada di pasaran adalah dengan cara melakukan uji laboratorium. Pasalnya, jika dilihat secara visual kualitas beras sangat sulit untuk dibedakan.

General Manager Unit Bisnis Industri Perum Bulog, Andy Nugroho mengatakan, jika sudah dibawa ke lab, maka penilaian terhadap kualitas beras akan lebih detail. Misalnya saja seperti pH beras.

Hal ini disampaikan Andy di tengah penemuan Satgas Pangan Dittipideksus Bareskrim Polri yang menemukan pelanggaran terkait aturan mutu dan takaran alias oplosan.

Menurutnya, jika pH beras tercatat kurang dari 6, maka kualitas beras dipastikan sudah tidak fresh karena sudah tersimpan lama di gudang. "Kalau pH kurang dari 6 itu kan dia bisa dikatakan. Maksudnya itu ketika keasamannya lebih, oh ini udah lama nih beras lama, tersimpan lama, udah nggak fresh lagi," ungkapnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (17/7).

Kendati begitu, dia juga menyampaikan bahwa akan ada sejumlah parameter lain yang akan tampak dari hasil lab. Dari hasil-hasil itulah, lanjut Andy, siapapun bisa memastikan kualitas beras bagus ataukah oplosan secara valid.

Lebih lanjut, Andy mengatakan untuk beras premium Bulog yang sudah dijual di ritel modern dalam kondisi yang baik. Pasalnya, beras-beras yang masuk di Bulog telah dikemas dengan mesin modern, uji kualitas, quality control. "Sehingga menjamin bahwa beras itu sehat dan aman untuk dikonsumsi," tegasnya.

Di sisi lain, Andy juga mengatakan hingga saat ini untuk beras premium Bulog masih berada dalam naungan B-Food. Adapun salah satu mereknya, yaitu Setra Ramos. "Umbrella brandnya B-Food. Nanti jenisnya banyak, ada B-Food, Setra Ramos, ada yang Slyp Super," pungkasnya.

Sebelumnya, Satgas Pangan Dittipideksus Bareskrim Polri menyampaikan temuan terkait pelanggaran oleh empat produsen beras nasional yang diduga melakukan pelanggaran terkait aturan mutu dan takaran alias oplosan.

Kasatgas Polri Brigjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan keempat produsen yang dilakukan pemeriksaan, antara lain, Wilmar Group atas produk Sovia dan Fortune.

"Pemeriksaan dilakukan setelah Satgas Pangan Polri memeriksa 10 sampel dari Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Jogjakarta, dan Jabodetabek," kata Helfi dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (13/7).

Kemudian, PT Food Station Tjipinang Jaya dengan produk merk Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos. Pemeriksaan dilakukan setelah sembilan sampel diambil dari Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Lebih lanjut, yaitu PT Belitang Panen Raya dengan produk Raja Platinum dan Raja Ultima. Pemeriksaan dilakukan setelah tim penyidik mengambil tujuh sampel yang bersumber dari Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Aceh, dan Jabodetabek.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore