Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 23.50 WIB

Tim Negosiasi Indonesia Sudah di Washington, 14 Negara Hadapi Tarif Trump pada 1 Agustus

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa) - Image

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa)

JawaPos.com - Pada April lalu, Presiden Amerika Donald Trump sempat menunda penerapan tarif resiprokal 32 persen terhadap Indonesia. Namun, pada Senin (7/7) orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu menyurati langsung Presiden Prabowo Subianto yang isinya bahwa mulai 1 Agustus nanti mereka akan menerapkan tarif resiprokal tersebut. Indonesia tidak sendiri, ada 13 negara lain yang bernasib sama.

Surat berlogo The White House itu tertuju langsung untuk Prabowo yang baru saja mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRCS di Brazil. Surat yang ditandatangani Trump berisikan keinginan Amerika Serikat untuk terus bekerjasama dengan Indonesia. 

"Kami telah memiliki waktu bertahun-tahun untuk membahas Hubungan Perdagangan kami dengan Indonesia, dan telah menyimpulkan bahwa kita harus menjauh dari Defisit Perdagangan jangka panjang, dan sangat persisten, yang ditimbulkan oleh Kebijakan Tarif, dan Non Tarif, dan Hambatan Perdagangan Indonesia. Hubungan kita, sayangnya, jauh dari Timbal Balik. Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan Tarif kepada Indonesia hanya sebesar 32 persen pada setiap dan semua produk Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat, terpisah dari semua Tarif Sektoral,” bunyi kalimat dalam surat tersebut.

Selain itu, tertulis tarif ini tidak berlaku jika kebijakan tarif ini diperlukan untuk mengoreksi kebijakan tarif dan non tarif Indonesia serta hambatan perdagangan, yang menyebabkan defisit perdagangan yang tidak berkelanjutan terhadap Amerika Serikat. Menurutnya, defisit jadi ancaman bagi perekonomian Amerika dan langkah ini untuk kemanan nasionalnya. 

Surat serupa juga ditujukan bagi Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, dan Laos. Selain itu juga ada Myanmar, Bosnia, Herzegovina, Tunisia, Bangladesh, Serbia, Kamboja, serta Thailand. Dilansir dari BBC jika dihitung sejak April lalu, penundaan penerapan tarif resiprokal harusnya diberlakukan, Rabu (9/7).

Dalam surat yang diberikan pada Senin lalu, Trump menyebutkan bahwa tariff itu dapat dinaikan atau malah turun. Ini semua tergantung pada hubungan 14 negara ini dengan Amerika. Menurut ahli investasi Bank OCBC Vasu Menon, kalimat ini menunjukan keterbukaan Trump untuk bernegosiasi lagi.

"Harapannya bahwa Trump sekali lagi terlibat dalam taktik negosiasi. Alih-alih membuat ancaman tarif yang serius, (Trump) memberikan harapan bagi investor," kata Menon.

Bagaimana respons Indonesia?

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Selasa (8/7) menyatakan, masih ada peluang untuk diskusi dengan Amerika. "Dalam surat itu Presiden Trump juga menyatakan masih ada peluang untuk membicarakan ini (kebijakan tarif, Red) untuk diturunkan," ujarnya. 

Indonesia pun mencoba mengejar waktu. Hasan menyatakan bahwa tim negosiasi Indonesia sudah berada di Washington.

"Bapak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Airlangga Hartarto) sedang dalam perjalanan menuju Washington," ucapnya. Hasan sempat menghubungi Airlangga saat masih di Brazil dan menuju Amerika. 

Dia menyebut bahwa pemerintah cukup optimis akan memenangkan negosiasi. Alasannya karena Indonesia telah berhubungan baik dengan banyak negara, termasuk Amerika. Inilah yang menjadi dasar kepercayaan diri bahwa hasil negosiasi nanti sesuai dengan harapan. 

Pada kesempatan yang sama, Hasan menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut penurunan outlook pertumbuhan ekonomi dari 5,2 persen menjadi 4,7 persen hingga mentok 5 persen. Menurut Hasan, dampak dari kondisi ekonomi global membuat negara harus menyesuaikan keadaan.

Pertumbuhan ekonomi global diprediksi hanya 2,3 persen saja. Sehingga prediksi domestik yang jauh di atas global adalah hal positif.

"Mungkin hanya beberapa negara (yang mengalami pertumbuhan ekonomi di atas global), mungkin Vietnam dan Filipina yang prediksinya pertumbuhan ekonominya di atas kita," ungkapnya. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore