
Pelayanan di Jamkrindo. (Jamkrindo untuk JawaPos.com)
JawaPos.com-Perusahaan penjaminan terus memperluas akses layanan penjaminan bagi pelaku usaha. Teranyar, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses pengajuan penjaminan proyek. Baik dalam bentuk Kontra Bank Garansi maupun Surety Bond.
Plt Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menyampaikan, dua instrumen utama tersebut kerap dibutuhkan pelaku usaha dalam mengikuti proyek-proyek strategis. Pihaknya terus melakukan transformasi dalam menjawab kebutuhan dunia usaha terhadap solusi penjaminan yang praktis, cepat, dan andal.
"Melalui Plafond Guarantee, mitra kami tidak hanya mendapatkan kepastian akses terhadap Surety Bond atau Kontra Bank Garansi, tapi juga didampingi secara aktif oleh relationship manager," ujar Abdul Bari dikutip Jumat (6/6).
Layanan tersebut, lanjut dia, menawarkan efisiensi dalam proses penerbitan penjaminan. Melalui skema ini, mitra Jamkrindo tidak perlu menyiapkan dokumen baru setiap kali melakukan pengajuan.
Cukup sekali melengkapi persyaratan administratif di awal, mitra dapat memanfaatkan fasilitas plafon yang telah disetujui untuk berbagai kebutuhan penjaminan dalam jangka waktu tertentu.
Hingga kuartal I 2025, perusahaan penjaminan di bawah Indonesia Financial Group (IFG) itu mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp 53,21 triliun. Jamkrindo juga berkomitmen mendorong daya saing pelaku usaha, khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan kontraktor jasa, agar mampu mengikuti pengadaan proyek di berbagai sektor. Baik proyek pemerintah maupun swasta.
Biaya penjaminan juga lebih terjangkau untuk memberikan nilai tambah bagi mitra usaha. Meski demikian, calon mitra diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan lebih dulu. Antara lain dokumen legalitas perusahaan, laporan keuangan minimal dua tahun terakhir, serta riwayat kredit yang lancar.
"Jamkrindo memastikan menjalanakan layanan ini sesuai prinsip tata kelola risiko yang baik dan sesuai regulasi yang berlaku," tandas Abdul Bari.
Terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan nilai aset perusahaan penjaminan sebesar Rp 47,34 triliun hingga April 2025.
"Masih terkontraksi 0,58 persen secara year-on-year (YoY)," ujar Ogi Prastomiyono.
Nilai imbal jasa penjaminan malah turun lebih dalam. Dengan mencatatkan kontraksi double digit sebesar 10,23 persen secara tahunan menjadi Rp 2,57 triliun. Sedangkan secara year-to-date (YtD) mengalami penurunan sebanyak Rp 6,11 triliun.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
