
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia
JawaPos.com - Pergerakan pasar saham Indonesia pekan ini kembali dihantui tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada perdagangan pekan ini pelaku pasar juga mengkhawatirkan kondisi tersebut direspons Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan.
"Kami melihat sentimen pasar dapat berubah cepat jika pelemahan rupiah berlanjut di atas Rp14.000 per dolar AS, BI ditakutkan akan menaikkan suku bunga acuan," kata Analis Senior PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, di Jakarta, Senin (5/3).
Yuganur menilai, sejauh ini dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama di dunia. Bahkan, pelemahan rupiah juga mempengaruhi imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) yang dirilis pemerintah. "Bunga SUN tenor sepuluh tahun sebesar 6,63 persen," imbuhnya.
Sehingga, jelas dia, bunga SUN setelah dikurangi country risk premium sebesar 2,54 persen menjadi berada di kisaran empat persen. "Tidak terpaut jauh berbeda dari yield US Treasury yang mencapai tiga persen dan tidak terkena country risk premium," tuturnya.
Secara teori, lanjutnya, pelemahan rupiah akan semakin mengurangi spread antara kedua obligasi tersebut, sehingga ditakutkan akan menciptakan capital outflow. Dia mengatakan, walau IHSG masih relatif kuat dalam posisi medium term uptrend, namun konsolidasi di daerah atas akibat pelemahan rupiah akan menahan momentum kenaikan IHSG . "Perlu dicermati oleh pelaku pasar yang ingin menambah posisi secara lebih intensif," tandasnya.
Dengan demikian, Yuganur merekomendasikan, adanya potensi pelemahan lanjutan pada laju IHSG pekan depan bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham berikut:
1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dengan target trading di kisaran Rp3.980-4.180, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp3.740 dan Rp3.660, disarankan cut-loss pada posisi Rp3.610.
2. PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), dengan target trading di kisaran Rp3.350-3.550, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp3.100 dan Rp2.980, disarankan cut-loss pada posisi Rp2.880.
3. PT Harum Energy Tbk (HRUM), dengan target trading di kisaran Rp3.650-3.750, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp3.350 dan Rp3.250, disarankan cut-loss pada posisi Rp3.150.
4. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dengan target trading di kisaran Rp720-750, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp675 dan Rp665, disarankan cut-loss pada posisi Rp650.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
