
Tren borong emas berdampak pada tingkat pembelian emas yang meningkat tajam. (dok. Pegadaian)
JawaPos.com - Harga emas yang terus menanjak disinyalir banyak pihak sebagai indikasi kondisi ekonomi yang melemah. Namun, Istana memiliki pendapat lain.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, kenaikan harga emas ini tidak hanya terjadi di dalam negeri, melainkan dunia. Hal itu dipicu situasi geopolitik maupun geoekonomi yang tak menentu, sehingga permintaan terhadap emas naik secara signifikan.
"Hal ini menyebabkan mekanisme pasar bekerja sehingga harga-harga, emas, komoditas-komoditas utama dunia, ikut naik, termasuk di dalam negeri," ujarnya, Rabu (30/4).
Faktor kedua, lanjutnya, ada anggapan sebagain masyarakat yang masih menganggap emas adalah instrumen investasi yang paling aman dan stabil. Dengan adanya pergerakan harga emas yang cenderung naik, menyebabkan masyarakat ikut terdorong untuk berinvestasi dalam bentuk emas.
"Apalagi semenjak kita untuk pertama kalinya punya bank bullion, yang beberapa waktu lalu diresmikan oleh Bapak Presiden, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk berinvestasi emas dengan jauh lebih baik dan jauh lebih aman," imbuhnya.
Oleh karenanya, Pras menepis anggapan kenaikan emas sebagai sebuah sinyal kekhawatiran tentang kondisi ekonomi. "Saya kira itu terlalu berlebihan kalaupun ada masukan atau pandangan itu. Kami berharap kita semua tentu memberikan pandangan yang konstruktif dan memberikan optimisme terhadap kondisi ekonomi kita," kata dia.
Meski demikian, dia menghormati pandangan-pandangan pihak lain. "Mari kita jadikan sebagai peringatan untuk kita terus waspada di dalam mengelola perekonomian kita dan di dalam merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi bangsa kita," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
