Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Mei 2023 | 16.56 WIB

Perekonomian Nasional Tumbuh Impresif di Q1-2023 Ditopang Kuatnya Permintaan Domestik dan Inflasi Terkendali

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Jawa Pos) - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Jawa Pos)

JawaPos.com - Usai mencatatkan kinerja perekonomian yang impresif pada 2022 lalu, pemerintah secara konsisten terus menerapkan berbagai upaya untuk menjaga kondisi perekonomian nasional saat ini.

Efektivitas upaya tersebut ditunjukkan dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang masih terkendali meski dihadapkan dengan berbagai tantangan global, mulai inflasi, harga komoditas, hingga peningkatan eskalasi geopolitik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa kinerja perekonomian nasional pada kuartal pertama 2023 kembali menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 5,03 persen (YoY) dan berada di atas konsensus pasar sebesar 5 persen.

’’Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam enam kuartal berturut-turut di atas 5 persen. Ini menunjukkan bahwa ekonomi kita solid. Kita lihat juga pertumbuhan dari penyerapan tenaga kerja sebesar 3,02 juta dibandingkan Februari 2022 dan juga terjadi penurunan tingkat pengangguran sekitar 0,41 juta dari 8,4 juta menjadi 7,99 juta orang,” ungkap Menko Airlangga dalam konferensi pers terkait Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (5/5).

Performa pertumbuhan ekonomi yang solid tersebut ditopang dengan penguatan sejumlah indikator, salah satunya dari sisi pengeluaran (demand) yang mengalami peningkatan positif. Hal tersebut ditandai dengan kinerja ekspor yang tumbuh mencapai 11,68 (YoY), konsumsi rumah tangga meningkat 4,54 persen (YoY), pertumbuhan PMTB sebesar 2,11 persen (YoY) yang menunjukkan penguatan daya beli masyarakat, hingga penguatan konsumsi pemerintah mencapai 3,99 persen (YoY).

Lebih lanjut, sisi lapangan usaha (supply) juga mengalami penguatan pada sejumlah sektor. Pertumbuhan tertinggi ditunjukkan oleh sektor transportasi dan pergudangan yang menyentuh angka 15,93 persen (YoY) serta sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 11,55 persen (YoY). Selanjutnya, sebagai kontributor terbesar PDB, sektor industri pengolahan juga tumbuh positif mencapai 4,43 persen (YoY).

Selain itu, inflasi juga menjadi salah satu indikator yang terkendali dengan optimal, yakni 4,33 persen pada April 2023 atau turun 4,97 persen dari Maret 2023. Seiring dengan hal tersebut, sektor keuangan tetap berada pada level yang resilien dengan ketersediaan likuiditas dalam negeri yang mencukupi.

Menko Airlangga menyebutkan bahwa permintaan domestik tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional pada 2023, terlihat dari capaian indeks keyakinan konsumen (IKK) sebesar 123,3 pada Maret 2023 dan PMI manufaktur mencapai 52,7 pada April 2023. Sedangkan sektor eksternal juga menunjukkan surplus transaksi berjalan, peningkatan cadangan devisa, surplus neraca perdagangan selama 35 bulan berturut-turut, penguatan nilai tukar dan IHSG, serta rasio utang luar negeri pada level aman.

”Dengan catatan tersebut dan sinergi dengan seluruh stakeholder, kita berharap target pertumbuhan di akhir tahun pada tahun politik ini bisa mencapai 5,3 persen (YoY) dan kami optimistis bahwa pertumbuhan ini bisa terus dijaga di tahun 2023 dan tentunya menjadi momentum di tahun 2024,” jelas Menko Airlangga. (als/c6/wir)



Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore