Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Februari 2025 | 23.56 WIB

Sebut Indonesia Gelap Tidak Relevan, Luhut: Yang Gelap Kau, Bukan Indonesia

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan didamping Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani  melihat langsung kejuraaan World Surf League (WSL) Championship Tour yang digelar di Pantai Plengkung (G-Land) Banyuwangi, Jawa Timur. Menko Luhut pun mendukung apabila pe - Image

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan didamping Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melihat langsung kejuraaan World Surf League (WSL) Championship Tour yang digelar di Pantai Plengkung (G-Land) Banyuwangi, Jawa Timur. Menko Luhut pun mendukung apabila pe

JawaPos.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan merespons soal tagar Indonesia Gelap yang menjadi tema aksi mahasiswa di Patung Kuda, Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Senin (17/2).
 
Tagar yang ramai di media sosial itu, diketahui sebagai bentuk protes atas program dan kebijakan pemerintah. Namun, Luhut dengan tegas menganggap hal itu tidak relevan karena yang gelap bukanlah Indonesia.
 
"Kalau ada yang bilang itu Indonesia gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia. Jadi, kita jangan terus mengeklaim sana-sini," kata Luhut dalam acara The Economic Insights 2025 di Jakarta, Rabu (19/2).
 
Lebih lanjut, Luhut membeberkan bahwa kondisi Indonesia masih cukup baik meskipun memang sedang terjadi berbagai masalah. Kendati demikian, ia mengklaim bahwa permasalahan memang sedang dialami oleh banyak negara lain selain Indonesia.
 
Sebagai contoh, Luhut menyebut terkait persoalan tenaga kerja. Menurutnya, masalah tersebut juga dialami negara lain seperti Amerika Serikat (AS).
 
"Ada orang bilang 'Wah di sini lapangan kerja kurang'. Dimana yang lapangan kerja enggak kurang? Di Amerika juga bermasalah, di mana saja bermasalah," bebernya.
 
Hal itu ia sampaikan lantaran pemerintah juga tak tinggal diam ketika terjadi masalah kekurangan lapangan kerja. Menurutnya, pemerintah telah memberdayakan 300 orang generasi muda yang bekerja di Perum Peruri untuk mengelola GovTech.
 
Luhut bahkan mengklaim Indonesia justru beruntung karena memiliki pasar yang besar dengan jumlah penduduk yang mencapai 282 juta jiwa per Semester I-2024. Bahkan, kata dia, diprediksi pada 2030 jumlah tersebut akan bertambah menjadi 300 juta jiwa.
 
"Jadi, kita harus lihat ini. Kita sebagai orang Indonesia harus bangga juga bahwa we are doing right gitu, we are doing so good so far," tutupnya.
 
Sebelumnya, ratusan massa aksi dari asosiasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memadati kawasan patung kuda Monas, Senin (17/2). Aksi dengan tema Indonesia Gelap itu menyatakan penolakan terhadap efisiensi anggaran pendidikan.
 
Koordinator Pusat BEM SI 2024 Satria menegaskan, bahwa gerakan ini bukan hanya agenda BEM SI, melainkan suara masyarakat sipil yang lebih luas. Tajuk Indonesia Gelap menggambarkan kecemasan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai mengancam kesejahteraan masyarakat.
 
“Dengan tajuk Indonesia Gelap, itu menjadi tajuk yang mewakili kekhawatiran, kegelisahan terhadap beberapa program,” katanya di patung kuda Monas.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore