
JANGAN BOROS: Pelanggan rutin mengecek meteran listrik di rumahnya. Banyak pelanggan yang kaget karena tagihan tiba-tiba naik. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Beredar kabar soal sisa kWh token listrik yang dibeli dengan diskon 50 persen bakal hangus setelah periode promo berakhir. Untuk diketahui diskon tarif listrik 50 persen berlaku selama dua bulan terhitung Januari hingga Februari 2025.
Kebijakan itu sendiri diluncurkan sebagai bentuk stimulus terhadap masyarakat pasca kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen untuk barang mewah.
Merespons hal itu, PT PLN (Persero) memastikan bahwa kabar yang beredar itu adalah hoaks. Pasalnya, kWh token listrik yang dibeli dengan diskon 50 persen tidak akan hangus.
Bahkan, PLN juga memastikan bahwa kWh itu masih akan terus bisa digunakan selama tidak ada perubahan daya hingga nama dari token tersebut.
"Hoaks. Sisa kWh token listrik yang dibeli dengan diskon 50 persen tidak akan hangus. Token tersebut tetap bisa digunakan selama tidak ada perubahan pada daya, nama, tarif, data dan sebagainya," tulis PLN dalam akun Instagram resminya, dikutip Selasa (14/1).
Bahkan, PLN juga memastikan bahwa kWh tidak akan hangus meskipun masyarakat melakukan penambahan daya pada periode Januari-Februari ini. Misalnya, menambah daya dari 2.200 ke 5.500.
Justru PLN memastikan bahwa kWh yang masih tersedia di daya listrik sebelumnya akan langsung dikonversi ke daya yang baru.
Lebih lanjut, PLN juga menegaskan bahwa token listrik tidak memiliki masa berlaku. Meski begitu, pihaknya meminta masyarakat untuk memastikan bahwa token yang diinput harus sesuai dengan urutan pembelian.
PLN mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyimpan nomor token dalam waktu yang terlalu lama. Hal ini salah satunya untuk menghindari kegagalan saat menginput token ke kWh meter.
Selain itu, PLN juga meminta masyarakat untuk memastikan dan memeriksa token listrik secara berkala dan tidak buru-buru dalam membeli token listrik selama periode promo ini.
"Pastikan untuk memeriksa token listrik secara berkala dan tidak terburu-buru dalam membeli token listrik agar tetap dapat mengelola penggunaan dengan lebih baik," tutup pengumuman PLN itu.
