Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Desember 2024 | 22.11 WIB

Tidak Digaji, Petani Milenial Hanya Peroleh Penghasilan Rp 10 Juta per Bulan atau Kurang, Daftar Harus Punya SK Kades

Foto aerial lahan pertanian di kawasan kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. - Image

Foto aerial lahan pertanian di kawasan kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat.

JawaPos.com – Program Brigade Pangan atau yang populer disebut petani milenial jadi perbincangan di masyarakat. Khususnya terkait informasi iming-iming gaji Rp 10 juta per bulan. Kementerian Pertanian (Kementan) meminta masyarakat mencari informasi yang benar dan menghindari risiko penipuan.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Moch. Arief Cahyono menjelaskan, hoaks yang banyak ditemukan adalah soal pendaftaran dan gaji Rp 10 juta per bulan. Selain itu, ada kabar tidak benar bahwa pemberian bantuan alat mesin pertanian dan pupuk harus membayar imbalan tertentu.

Dia menerangkan, metode pendaftaran Brigade Pangan tidak melalui tautan latihanonline.pertanian.go.id atau website lainnya. Website itu hanya digunakan untuk pendaftaran pelatihan petani milenial yang bersifat sementara dan terbatas untuk kegiatan tertentu saja.

Sementara itu, pendaftaran Brigade Pangan yang diberikan bantuan pengelolaan lahan 200 hektare setiap kelompok diawali dengan pengajuan ke balai penyuluhan pertanian (BPP). Satu kelompok Brigade Pangan terdiri atas 15 orang. Pendaftaran di BPP itu didampingi penyuluh pertanian tingkat desa.

"Selanjutnya, musyawarah dilaksanakan di tingkat desa dengan melibatkan kepala desa dan babinsa untuk menghasilkan kesepakatan, lalu dituangkan di dalam SK kepala desa,’’ jelasnya kemarin (28/12). Setelah itu, data Brigade Pangan dimasukkan aplikasi Simluhtan untuk memastikan transparansi dan pemantauan oleh pemerintah. Jadi, untuk ikut program tersebut, tidak ada pendaftaran secara individu dan online.

Mengenai gaji Rp 10 juta per bulan, dia menegaskan, nominal tersebut bukan gaji layaknya penghasilan rutin pegawai. Nominal tersebut adalah estimasi penghasilan rata-rata setiap personel Brigade Pangan dari hasil pertanian.

Dia mengatakan, estimasi pendapatan sekitar Rp 8,4 miliar per tahun dengan biaya operasional Rp 3,94 miliar. Jadi, keuntungan yang didapat sekitar Rp 4,46 miliar atau sekitar Rp 10 juta setiap bulan untuk masing-masing personel Brigade Pangan.

’’Program ini bukan sekadar upaya meningkatkan produksi pangan,’’ katanya. Tetapi juga menjadi langkah nyata untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan. (wan/c19/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore