
InJourney melakukan transformasi berupa beautifikasi atau mempercantik dua bandara tersibuk di tanah air yang dikelola InJourney Airports, salah satunya Soekarno-Hatta. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melakukan transformasi berupa beautifikasi atau mempercantik dua bandara tersibuk di tanah air yang dikelola oleh InJourney Airports. Salah satunya di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Direktur Utama InJourney, Mata Watono memastikan beautifikasi yang dilakukan utamanya akan meningkatkan estetika terminal penumpang baik di area interior maupun eksterior.
"Termasuk penataan ulang area taman dan area hijau yang mengusung konsep nuansa kebudayaan Indonesia dipadukan dengan teknologi," kata Maya Watono dalam konferensi pers di Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Jumat (20/12) kemarin.
Sejalan dengan beautifikasi ini, Maya menyebut penumpang pesawat dan pengunjung sudah dapat melihat dan merasakan perubahan estetika cukup signifikan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Bahkan, di area check in Terminal 3 kini dilengkapi ornamen beragam tanaman dan tumbuhan hijau didukung pencahayaan terbaik. Ornamen ini dapat dilihat di sepanjang facade tenant komersial dan island konter check in.
"Guna melengkapi beautifikasi, area check in Terminal 3 didukung implementasi teknologi melalui fasilitas self baggage drop yang memungkinkan penumpang pesawat secara mandiri dan cepat bisa memproses koper, tas atau barang bawaan tercatat guna dimasukkan ke dalam bagasi pesawat," jelasnya.
InJourney melakukan transformasi berupa beautifikasi atau mempercantik dua bandara tersibuk di tanah air yang dikelola InJourney Airports, salah satunya Soekarno-Hatta. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
Maya membeberkan, dari pintu masuk untuk keberangkatan penerbangan domestik dan internasional kini juga dilengkapi lanskap taman sehingga memberikan kesan nyaman dan teduh di dalam Terminal 3.
Kemudian, lanjut Maya, dinding di area pengambilan bagasi dilengkapi taman vertikal. Sementara, lokasi conveyor belt dilengkapi tanaman-tanaman hijau guna membuat kesan adanya hutan mini.
Lalu, di baggage claim area kedatangan internasional juga ada satu yang menjadi pusat perhatian penumpang pesawat, yakni LED berukuran besar yang menampilkan video alam dan budaya Indonesia. Adapun di area luar Terminal 3, dilakukan penataan ulang taman dan area hijau.
“Di baggage claim kedatangan internasional di mana kalau orang datang ke Indonesia ini bagian dari first imperssion, konsepnya kita menampilkan Giant Screen memuat hayati binatang-binatang hingga kekayaan laut di Indonesia,” beber Maya.
"Diharapkan transformasi ini akan menambah rasa nyamannya penumpang pada saat menunggu bagasi," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
