
Uji coba program Makan Bergizi Gratis di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam 4–5 tahun mendatang. Untuk mencapai angka tersebut, kolaborasi antara sektor pemerintah, swasta, dan perbankan menjadi kunci utama. Perbankan diharapkan dapat terus mendukung pembiayaan sektor-sektor vital dengan dukungan kebijakan yang konsisten dari pemerintah.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyatakan bahwa persaingan global di tengah blok perdagangan seperti OECD dan BRICS mendorong pentingnya rekam jejak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Langkah strategis seperti bergabungnya Indonesia dengan forum ekonomi internasional menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor. Namun, dibutuhkan kebijakan yang konsisten agar sektor keuangan merasa nyaman dalam mendukung pembiayaan jangka panjang.
“Transisi pemerintahan yang mulus dan kebijakan yang konsisten akan memberikan rasa nyaman bagi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan. Hal ini penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Executive Director Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, Ello Hanson, dalam CEO Forum di Jakarta.
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu sektor prioritas yang membutuhkan pembiayaan besar. Namun, tantangan utama adalah memastikan proyek-proyek tersebut layak untuk didanai (bankable). Untuk proyek besar seperti pembiayaan PLN senilai Rp 235 miliar, diperlukan kolaborasi antara bank nasional, venture capital, dan institusi internasional.
“Kolaborasi antara perbankan dan institusi lain diperlukan untuk membagi risiko sekaligus menciptakan peluang pembiayaan yang lebih besar,” jelas Ello.
Di sisi lain, Wakil Menteri PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan pentingnya industrialisasi dan hilirisasi sebagai langkah strategis menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pemerintah berencana mengembangkan 24 kawasan industri prioritas dalam lima tahun mendatang. Strategi ini diharapkan meningkatkan kontribusi sektor industri terhadap PDB hingga USD 156 miliar.
Febrian juga memaparkan potensi ekonomi digital sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan mampu tumbuh delapan kali lipat dalam 10 tahun ke depan, memberikan kontribusi hingga 0,4 persen basis poin (bps) per tahun terhadap PDB. Selain itu, penerapan ekonomi hijau menjadi salah satu fokus untuk menjaga daya saing industri di pasar global.
“Strategi berbasis koridor ekonomi, seperti pengembangan ekonomi biru di Sumatera dan kawasan inovasi di Jawa, menjadi pilar utama untuk mendukung pertumbuhan,” tambah Febrian.
Program makan bergizi gratis juga menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Program ini tidak hanya mengatasi isu stunting dan kesehatan masyarakat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan petani lokal. Program ini diproyeksikan memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1 persen bps per tahun.
Dengan kebijakan yang tepat, konsistensi dalam implementasi, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia diyakini mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam lima tahun mendatang. Strategi ini akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
