
Ilustrasi menjalani frugal living. (Freepik)
JawaPos.com - Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan ekonomi akan turun lebih dalam jika masyarakat benar-benar menerapkan hidup hemat alias frugal living.
Untuk diketahui, frugal living mendadak jadi seruan di media sosial sebagai bentuk protes atas kebijakan kenaikan PPN 12 persen yang diterapkan mulai Januari 2025.
"Kalau dilakukan tentu ekonomi akan turun lebih dalam terutama sektor konsumsi karena dengan frugal living akan benar-benar irit masyarakat," kata Eko Listiyanto kepada wartawan, ditulis Jumat (22/11).
Bahkan, lebih jauh gerakan frugal living jika berhasil dilakukan masyarakat akan membuat pertumbuhan sektor konsumsi Indonesia semakin rendah. Jika saja saat ini konsumsi pertumbuhannya tercatat 4,9 persen.
Maka, kata Eko, jika masyarakat benar-benar menerapkan frugal living konsumsi masyarakat ini akan turun mencapai 4,8 sampai dengan 4,75 persen.
"Kalau itu (gerakan frugal living) bisa berhasil mempengaruhi (pertumbuhan sektor konsumsi), kan konsumsi kita tinggal 4,9 persen growthnya, bisa turun lebih dalam lagi. mungkin bisa turun ke 4,8-4,75 persen," jelasnya.
Meski begitu, nilai tersebut akan tergantung pada momentum. Terlebih konsumsi akan meningkat ketika momen-momen tertentu, salah satunya Hari Raya.
"Tapi tergantung momentum juga. apakah frugal livingnya saat hari raya atau apa itu lebih penting karena konsumsi kita meningkatnya musiman tidak setiap bulan dan konsisten," pungkasnya.
Sebelumnya, ramai di media sosial seruan soal hidup hemat dan tidak konsumtif sebagai bentuk penolakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN 12 persen yang akan berlaku mulai Januari 2025.
Salah satunya seperti yang diserukan oleh akun X, @male*********, dalam cuitannya ia meminta masyarakat untuk mengerem belanja dan menerapkan frugal atau minimalist living pada tahun 2025.
Terutama untuk tidak dulu membeli kebutuhan sekunder, seperti membeli handphone hingga motor. Ia menyebut, gerakan ini sebagai bentuk protes dalam bentuk diam kepada negara.
"Coba deh, kita bikin gerakan frugal/minimalist living di 2025. Belanja sesuai kebutuhan, selama HP, Laptop, Mobil, Motor, Elektronik kalian belum rusak, gak usah beli baru. Kalo masih bisa dibenerin ya benerin dulu, kita rame2 hidup bersahaja. Protest in silent," cuit akun tersebut, dikutip Selasa (19/11).
Lebih lanjut, dia juga menyerukan dalam 1 tahun ke depan untuk lebih banyak memanfaatkan subsidi dari pemerintah. Ia menyebut, hal itu sebagai bentuk boikot atas kenaikan pajak kepada pemerintah sendiri.
"Yang pengen ganti HP tahan, yang pengen ganti motor baru tahan, yang pengen ganti mobil baru tahan. 1 tahun aja, jangan lupa pake semua subsidi, gak usah gengsi dibilang miskin, itu dari duit kita juga kok. Kapan lagi boikot pemerintah sendiri," lanjutnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
