
Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Wapres Terpilih Gibran Raka Buming Raka saat debart Capres belum lama ini.(JawaPos.com)
JawaPos.com - Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios), Galau D. Muhammad, mengatakan pembagian jabatan menteri dan wakil menteri di Kabinet Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka berpotensi menciptakan pemborosan anggaran belanja yang signifikan.
Pasalnya, ke depan, pemerintah perlu menyiapkan anggaran gaji, mobil dinas, hingga tunjangan untuk sebanyak 49 calon menteri dan 59 calon wakil menteri yang rencana akan menjabat di era Prabowo-Gibran.
“Semakin banyaknya wakil menteri yang diangkat berarti akan meningkatkan belanja negara, termasuk gaji para staf pendukung, pengadaan mobil dinas, fasilitas kantor, hingga pembayaran gaji pensiun bagi menteri dan wakil menteri tersebut,” kata Galau dalam analisisnya yang diterima JawaPos.com, Kamis (17/10).
Galau menilai, semua tanggungan ini semakin memperparah kerentanan fiskal akibat jatuh tempo hutang dan turunnya penerimaan pajak pada tahun mendatang.
Berdasarkan, analisa Celios, dari seluruh pengeluaran untuk “Kabinet Gemuk” Prabowo-Gibran berpotensi akan terjadinya pembengkakan anggaran hingga Rp1,95 triliun selama 5 tahun ke depan.
“Angka ini belum termasuk beban belanja barang yang timbul akibat pembangunan fasilitas kantor/gedung lembaga baru,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebanyak 108 tokoh nasional dan public figur dipanggil Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menjadi calon menteri dan wakil menteri pada kabinet pemerintahan 5 tahun mendatang.
Puluhan tokoh itu dipanggil Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin-Selasa, 14-15 Oktober 2024. Sejumlah tokoh dan public figur yang datang, antara lain Sri Mulyani, Airlangga Hartarto, Taufik Hidayat, hingga Raffi Ahmad.
Terkait “Kabinet Gemuk”, Prabowo juga sempat meresponsnya. Dia mengatakan, mengatakan bahwa Republik Indonesia (RI) adalah negara besar.
Apalagi karena banyak partai yang mendukungnya, ia pun berkomitmen untuk membentuk persatuan pemerintahan nasional yang kuat.
"Karena saya ingin membentuk pemerintahan persatuan nasional yang kuat, terpaksa koalisinya besar. Nanti akan dibilang, oh kabinet Prabowo kabinet gemuk, banyak. Ya negara kita besar, bung!" kata Prabowo dalam acara BNI Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu (9/10).
Lebih lanjut, Prabowo juga membandingkan Indonesia dengan negara lain. Menurutnya, luas wilayah RI sama dengan di Eropa yang memiliki 27 negara.
Kemudian, ia juga membandingkan dengan Timor Leste yang penduduknya lebih sedikit dan luas wilayahnya lebih kecil dari Kabupaten Bogor. Negara itu, kata dia, justru memiliki menteri yang banyak mencapai 28 orang.
"Timor leste jumlah penduduknya itu 1,3 juta kalau tidak salah, lebih kecil dari bogor, kabupaten bogor. Kabinetnya, menterinya tau enggak ada berapa? Ada 28 menteri. Kenapa? karena dia menampung juga," jelasnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
