Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Agustus 2024 | 01.47 WIB

APPBI Jatim Sebut Bisnis Kuliner Bertumbuh Selama 10 Tahun

Ketua APPBI Jatim Sutandi Purnomosidi (kiri) bersama staf ahli Bidang Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Pemkot Surabaya Tomi Ardiyanto. (Dimas Nur/JawaPos.com) - Image

Ketua APPBI Jatim Sutandi Purnomosidi (kiri) bersama staf ahli Bidang Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Pemkot Surabaya Tomi Ardiyanto. (Dimas Nur/JawaPos.com)

JawaPos.com–Pasca pandemi, ekonomi Surabaya ternyata tak butuh waktu lama untuk bangkit. Hal itu disampaikan Tomi Ardiyanto, staf ahli bidang pembangunan ekonomi dan keuangan Pemkot Surabaya.

Tomi menuturkan, pertumbuhan ekonomi Surabaya di atas Jawa Timur dan nasional. Bahkan, recovery setelah pandemi sangat cepat.

”Termasuk bisnis food and beverage. FnB ini bisnis luar biasa,” terang Tomi Ardiyanto saat opening Haraku Ramen di Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Mantan Camat Wonokromo Surabaya itu menyampaikan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) mengandalkan dari pajak dan retribusi. Pemkot Surabaya berupaya memberikan pelayanan maksimal yang bisa meningkatkan PAD.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim Sutandi Purnomosidi mengungkapkan, pertumbuhan bisnis kuliner di dalam mal tercatat positif selama 10 tahun ke belakang. Hal itu berbeda jika dibandingkan sebelum 10 tahun dulu.

”Jadi, sekarang itu pertumbuhan bisnis kuliner di dalam mal lebih kurang komposisinya 30 persen. Dulu sebelum 10 tahun ke belakang lebih kurang hanya 10 persen,” terang Sutandi Purnomosidi.

Belum lagi, lanjut pria yang juga menjadi Direktur Marketing Pakuwon itu, di Surabaya bagian barat. Tak sedikit kafe (coffee shop) hampir dua hingga tiga bulan sekali itu selalu ada yang baru.

”Kalau di mal, di Tunjungan Plaza, Royal Plaza, hingga Pakuwon Mal, itu selalu ada FnB yang baru,” ujar Sutandi Purnomosidi.

Marketing Manager Haraku Ramen Dewa Ari menilai, market di Surabaya terlihat positif. Termasuk di sektor kuliner. Karena itu, Surabaya dipilih menjadi kota pertama buka.

”Kami pilih Surabaya karena pemerintah daerah juga mendukung ekonomi kreatif. Kuliner ini masuk dalam ekonomi kreatif itu sangat positif. Haraku Ramen ini memberikan experience ramen yang halal, kuah medok sesuai taste warga Surabaya,” jelas Dewa Ari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore