
Ketua APPBI Jatim Sutandi Purnomosidi (kiri) bersama staf ahli Bidang Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Pemkot Surabaya Tomi Ardiyanto. (Dimas Nur/JawaPos.com)
JawaPos.com–Pasca pandemi, ekonomi Surabaya ternyata tak butuh waktu lama untuk bangkit. Hal itu disampaikan Tomi Ardiyanto, staf ahli bidang pembangunan ekonomi dan keuangan Pemkot Surabaya.
Tomi menuturkan, pertumbuhan ekonomi Surabaya di atas Jawa Timur dan nasional. Bahkan, recovery setelah pandemi sangat cepat.
”Termasuk bisnis food and beverage. FnB ini bisnis luar biasa,” terang Tomi Ardiyanto saat opening Haraku Ramen di Tunjungan Plaza 3 Surabaya.
Mantan Camat Wonokromo Surabaya itu menyampaikan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) mengandalkan dari pajak dan retribusi. Pemkot Surabaya berupaya memberikan pelayanan maksimal yang bisa meningkatkan PAD.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim Sutandi Purnomosidi mengungkapkan, pertumbuhan bisnis kuliner di dalam mal tercatat positif selama 10 tahun ke belakang. Hal itu berbeda jika dibandingkan sebelum 10 tahun dulu.
”Jadi, sekarang itu pertumbuhan bisnis kuliner di dalam mal lebih kurang komposisinya 30 persen. Dulu sebelum 10 tahun ke belakang lebih kurang hanya 10 persen,” terang Sutandi Purnomosidi.
Belum lagi, lanjut pria yang juga menjadi Direktur Marketing Pakuwon itu, di Surabaya bagian barat. Tak sedikit kafe (coffee shop) hampir dua hingga tiga bulan sekali itu selalu ada yang baru.
”Kalau di mal, di Tunjungan Plaza, Royal Plaza, hingga Pakuwon Mal, itu selalu ada FnB yang baru,” ujar Sutandi Purnomosidi.
Marketing Manager Haraku Ramen Dewa Ari menilai, market di Surabaya terlihat positif. Termasuk di sektor kuliner. Karena itu, Surabaya dipilih menjadi kota pertama buka.
”Kami pilih Surabaya karena pemerintah daerah juga mendukung ekonomi kreatif. Kuliner ini masuk dalam ekonomi kreatif itu sangat positif. Haraku Ramen ini memberikan experience ramen yang halal, kuah medok sesuai taste warga Surabaya,” jelas Dewa Ari.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
