Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 12.54 WIB

Kredit Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Juni 2024

Ilustrasi BCA. (Dok JawaPos.com) - Image

Ilustrasi BCA. (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com–Analisis uang beredar Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan kredit Juni 2024 tetap tumbuh tinggi. Penyaluran kredit ke debitur korporasi mendorong perkembangan penyaluran kredit. Seperti di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), kredit korporasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi.

Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 11,1 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp 26,9 triliun pada semester I 2024. Ditopang peningkatan total kredit sebesar 15,5 persen secara tahunan menjadi Rp 850 triliun per Juni 2024. Kredit korporasi mengalami pertumbuhan 19,9 persen YoY mencapai Rp 388,6 triliun.

”Kenaikan laba BCA itu diperoleh dari pertambahan kredit. Dimana kredit korporasi yang terbesar,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja semester I 2024.

Sektor jasa keuangan, transportasi dan logistik, serta pertambangan non migas merupakan kontributor terbesar terhadap pertumbuhan kredit korporasi perseroan. Dia berharap pertumbuhan kredit di 2024, termasuk kredit korporasi, masih akan mencatatkan pertumbuhan positif hingga akhir tahun. Khususnya menyalurkan kredit ke sektor-sektor potensial dengan tetap memperhatikan berbagai pertimbangan. Seperti kondisi perekonomian domestik maupun global.

”Kami berkomitmen menyalurkan kredit secara pruden, sekaligus mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko disiplin,” ujar Jahja Setiaatmadja.

Pertambahan volume kredit BCA juga didorong kenaikan kredit usaha kecil menengah (UKM) yang tumbuh double digit. Yakni naik 12,7 persen YoY hingga menyentuh Rp 114,4 triliun. Portofolio kredit konsumer juga meningkat 13,6 persen YoY menjadi Rp 210,2 triliun.

”Didorong penyaluran KPR (kredit pemilikan rumah) yang tumbuh 10,8 persen YoY mencapai Rp 126,9 triliun serta pertumbuhan KKB (kredit kendaraan bermotor) sebesar 18,4 persen YoY menjadi Rp 62,1 triliun,” terang Jahja.

Pertumbuhan kredit yang solid sejalan dengan kualitas yang terjaga. Rasio loan at risk (LAR) tercatat sebesar 6,4 persen. Turun dibandingkan pada semester I tahun lalu yakni 9 persen. Rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) juga berada di 2,2 persen.

BI mencatat penyaluran kredit Juni 2024 sebesar Rp 7.403,5 triliun, tumbuh 11,5 persen YoY. Perkembangan kredit ditopang kredit korporasi yang naik 16,2 persen YoY senilai Rp 3.953,7 triliun. Serta, penyaluran kredit kepada debitur perorangan mencapai Rp 3.386,9 triliun, meningkat 6,5 persen YoY.

”Berdasar jenis penggunaan, pertumbuhan penyaluran kredit Juni 2024 dipengaruhi perkembangan kredit modal kerja, kredit investasi, maupun kredit konsumsi,” ucap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.

Untuk kredit modal kerja tumbuh 10,9 persen YoY. Relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 10,8 persen YoY. Bersumber dari sektor jasa keuangan, real estate, jasa perusahaan, serta sektor pertambangan dan penggalian.

Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 10,4 persen YoY menjadi Rp 2.093 triliun. Lebih tinggi dari pertumbuhan Mei 2024 sebesar 10,1 persen YoY senilai Rp 2.072,3 triliun. Kinerja kredit konsumsi utamanya didorong KPR, KKB, dan kredit multiguna.

Untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah, kata Erwin, penyaluran kredit masih tumbuh 6,7 persen YoY. Memang menurun setelah naik 7,3 persen YoY di bulan sebelumnya. ”Paling banyak ke usaha mikro,” jelas Erwin Haryono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore