Festival Kuliner Tjap Legende Roadshow bakal digelar di 9 kota di Indonesia.
JawaPos.com–Kuliner Indonesia merefleksikan nilai budaya yang kaya dan penting bagi identitas suatu daerah atau bangsa. Dalam rangka memperkenalkan dan melestarikan kekayaan kuliner tersebut, Jiiscomm menginisiasi Festival Kuliner Tjap Legende Roadshow.
Acara itu menjadi wadah bagi kuliner legendaris dan otentik dari seluruh Nusantara. Festival itu menjalin kerja sama dengan tenant yang telah lama existing selama berpuluh-puluh tahun yang dikenal karena hidangan khas dan otentik.
Festival Kuliner Tjap Legende hadir di 9 kota di Indonesia. Pengunjung dapat lebih mengenal dan menikmati kuliner Nusantara dengan cara mengunjungi Festival Kuliner Tjap Legende.
Festival Kuliner Tjap Legende diselenggarakan Jiiscomm, event organizer kuliner dan F&B operator terbesar di Indonesia. Roadshow Festival Kuliner Tjap Legende akan dilaksanakan di 9 kota di Indonesia. Adapun kota dan tanggal pelaksanaannya:
”Kalau kita tidak mulai melestarikan kuliner lokal, saya yakin 20 tahun ke depan kuliner Nusantara bisa punah,” ujar Febriyanto Rachmat, CEO PT Samsaka Lestari Rasa.
Dia menjelaskan, Roadshow Festival Kuliner Tjap Legende diadakan untuk membuka peluang bagi UMKM kuliner Nusantara di seluruh Indonesia. Baik yang sudah terkenal (legend) maupun yang belum terkenal, agar dapat meningkatkan kualitas dan menjadikan kuliner Nusantara naik kelas bersaing di industri kuliner Indonesia yang maju pesat.
”Konsep event Roadshow Festival Kuliner Tjap Legende melibatkan tenant-tenant kuliner legendaris dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkenalkan hidangan-hidangan otentik Nusantara kepada pengunjung event ini,” papar Febriyanto Rachmat.
Tenant kuliner yang sudah existing itu di antaranya, Toko Oen 1930-an, Gudeg Yu Djum 1950, Sate Buntel H. Bejo 1971, Bebek Sinjay 2003, Nasi Krawu Buk Tiban 1979, Ketan Susu Kemayoran 1958, Gudeg Mbah Prdojo 1960, Soto Ahri 1943, Mie Bandung Kejaksaan 1964, Batagor Cuplis 1964, Mangut Manyung Bu Fat 1969, Nasi Pindang Kudus Gajahmada 1987, Soto Betawi H. Agus Barito 1961, Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy 1995, Es Puter Conglik KH Ahmad Dahlan Semarang 1982, Es Durian Iko Gantinyo 1986, Kopi Es Tak Kie 1927, Nasi Liwet Wongso Lemu 1950, Leker Gajahan, dan masih banyak lagi.
Selain itu, lanjut Febriyanto Rachmat, event ini juga akan menampilkan berbagai kegiatan menarik seperti pertunjukan budaya, brand activation dan lebih dari 40-70 tenant kuliner legend dan otentik dari seluruh Indonesia.
”Kami juga akan mengundang pengunjung untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas interaktif yang mengedukasi tentang kekayaan budaya kuliner Indonesia. Roadshow Festival Kuliner Tjap Legende bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang merayakan keragaman budaya Indonesia dan menghargai warisan kuliner yang kaya,” papar Febriyanto Rachmat.
”Kami berharap acara ini akan menjadi momen berharga bagi semua pengunjung untuk menikmati kelezatan Nusantara dan merasakan kehangatan dan keramahtamahan budaya Indonesia,” tambah dia.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
