Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Mei 2024 | 19.16 WIB

Bahlil Sebut Hilirisasi di Papua Akan Terus Dikembangkan Agar Tak Melulu Andalkan Dana Otsus

BKPM Bahlil Lahadalia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

BKPM Bahlil Lahadalia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sangat serius untuk menjaga pembangunan di Papua, utamanya terkait hilirisasi. Hal ini dilakukan karena Papua tidak bisa terus mengandalkan dana otonomi khusus (otsus).
 
Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat melakukan lawatan ke Melbourne, Australia dan berdialog dengan para mahasiswa Indonesia asal Papua, pada Minggu (12/5) siang.
 
Untuk diketahui, dana otsus merupakan anggaran bersumber dari APBN yang diberikan kepada Provinsi Papua untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat salah satunya untuk percepatan pembangunan ekonomi.
 
 
"Adik-adik kuliah baik-baik (di Australia). Karena apa, Papua masa depannya akan dibangun. Tidak bisa terus mengandalkan otsus, kalau tidak bisa mengelola anggaran. Dana otsus ini hanya afirmatif kepada orang Papua, supaya bisa sejajar dengan saudara-saudaranya di wilayah lain," kata Bahlil dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (13/5).
 
Ke depan, menurut Bahlil, agar Papua bisa maju, pemerintah berkomitmen akan mengembangkan hilirisasi, salah satunya rencana pembangunan smelter PT Freeport di Papua.
 
"Dengan pemerintah nantinya menguasai 61 persen saham Freeport, pembangunan smelter di Papua makin terbuka," imbuhnya.
 
Selain pembangunan pabrik pupuk di Papua, pemerintah juga akan mengembangkan industri gula dan etanol dari tebu. Pemerintah baru saja membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
 
Pembentukan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 15 Tahun 2024 yang ditandatangani Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 19 April 2024 di mana Menteri Investasi ditunjuk sebagai Ketua 
Satuan Tugas-nya.
 
Bahlil mengatakan percepatan hilirisasi di Papua ini, tidak lepas dari upaya pemerintah menciptakan lapangan kerja bagi mahasiswa-mahasiswa Papua baik di dalam maupun di luar negeri.
 
Dia mencontohkan sejumlah daerah yang mengembangkan hilirisasi seperti Morowali dan Halmahera telah menciptakan lapangan kerja yang luas di wilayah itu, termasuk Sorong.
 
"Sorong luar biasa maju. Kawasan ekonomi khusus untuk bersaing dengan kawasan industri di Maluku Utara. Di Sorong didorong pupuk dan blue ethanol di Bintuni. Demikian juga di Nabire blok eks Freeport. Semua bisa dilakukan kalau kita siap. Prospek bagus untuk Papua. Teman-teman di luar negeri bisa balik atau tinggal sementara di sini cari pengalaman dulu untuk menginspirasi teman-teman di Papua sana. Setelah pengalaman ada, balik dan kerja," imbuh Bahlil.
 
Berdasarkan data tahun 2023, terdapat 5.279 mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di negara bagian Victoria. Para mahasiswa ini melanjutkan pendidikan di Australia dengan dukungan dari beragam sumber pendanaan antara lain yaitu beasiswa Australia Awards Scholarship, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, dan Otonomi Khusus.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore