Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2023 | 22.10 WIB

Ekspor RI Turun Jadi USD 22,31 Miliar, Imbas Penurunan Harga Komoditas

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah - Image

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia sepanjang Januari 2023 mencapai USD 22,31 miliar. Angka tersebut tercatat menurun sebesar 6,36 persen dibanding ekspor Desember 2022.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menjelaskan dibanding Januari 2022 nilai ekspor naik sebesar 16,37 persen. Penurunan ekspor salah satunya disebabkan oleh penurunan harga komoditas.

"Perkembangan ekspor Indonesia dalam tiga tahun terakhir pada Januari 2023 mengalami pola yang sama, yakni menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ekspor bulan lalu juga melanjutkan penurunan pada Desember 2022," kata Habibullah dalam konferensi pers, Rabu (15/2).

Tak hanya penurunan harga komoditas, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah. Adapun rinciannya, ekspor nonmigas Januari 2023 mencapai USD 20,83 miliar atau turun 6,84 persen dibanding Desember 2022.

Meski begitu, ekspor nonmigas tercatat naik 13,97 persen jika dibanding ekspor nonmigas Januari 2022. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Januari 2023 terhadap Desember 2022 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar USD 379,7 juta atau 8,19 persen.

Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada logam mulia dan perhiasan/permata sebesar USD 257,9 juta atau 46,54 persen. Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari 2023 turun 0,44 persen dibanding Januari 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 3,49 persen.

Adapun ekspor hasil pertambangan dan lainnya naik 121,46 persen. Ekspor nonmigas Januari 2023 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD 5,25 miliar.

"Disusul Amerika Serikat USD 1,95 miliar dan Jepang USD 1,89 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 43,64 persen," rinci Habibullah.

Lebih lanjut, ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa sebanyak 27 negara masing-masing sebesar USD 3,93 miliar dan USD 1,65 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD 3,07 miliar (13,75 persen), diikuti Kalimantan Timur USD 2,46 miliar (11,03 persen), dan Jawa Timur USD 2,00 miliar (8,96 persen).

Sementara itu, ekspor migas tercatat mengalami kenaikan 0,98 persen atau secara nilai menjadi USD 1,49 miliar.

"Kenaikan tersebut dipicu oleh hasil minyak yang mengalami peningkatan 71,41 persen dan secara volume meningkat 51,47 persen," tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore