
Drone sprayer, salah satu teknologi pertanian yang dipamerkan di Pameran Pangan Plus 2023, rangkaian acara Rakernas IV PDIP, Jakarta, Sabtu (30/9).
JawaPos.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka menyampaikan akan mendorong 'smart farming' sebagai salah satu langkah mengatasi masalah pangan di Indonesia. Selain itu, untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pihaknya juga akan menggenjot ketersediaan pupuk serta mekanisasi.
"Kita harus menggandeng anak-anak muda. Di Jabar, ada program Petani Milenial. Ya kita harus mengedepankan program 'smart farming'. Kita pakai IoT untuk mengecek kesuburan tanah, Ph tanah, keasaman tanah. Kita pakai drone untuk menyemprotkan pestisida," ungkap Gibran dalam debat cawapres Minggu (21/1) lalu.
Terpisah, menurut pengamat pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Dwi Apri Nugroho, konsep 'smart farming' atau pertanian pintar bakal menarik minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian. "'Smart farming' hadir sebagai terobosan baru metode pertanian cerdas yang memadukan teknologi sensor tanah dan cuaca dengan 'agri drone sprayer' (drone pertanian penyemprot pestisida)," kata Bayu, Rabu (24/1).
Dia menuturkan dalam beberapa dekade terakhir, jumlah pemuda yang memilih bertani menurun drastis karena lebih memilih merantau atau bekerja di sektor lain. Sehingga di desa hanya tersisa generasi tua yang masih mau menggarap sawah.
Baca Juga: BPS Beberkan Tantangan Sektor Pertanian, Minim Regenerasi hingga jadi Kantong Kemiskinan
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, Bayu mengakui permasalahan di sektor pertanian tidak cukup hanya diselesaikan dengan mengandalkan sistem tradisional secara turun temurun. Melalui konsep 'smart farming', kata dia, para petani dapat memanfaatkan bantuan teknologi informasi untuk mengakses data dari sensor maupun drone atau pesawat nirawak secara realtime, akurat dan nyata melalui telepon pintar.
Bayu mengatakan, sektor pertanian hingga saat ini masih berkontribusi positif dalam mewujudkan pembangunan di tanah air. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dia menyebutkan sektor pertanian masih menjadi salah satu dari tiga sektor utama penggerak ekonomi nasional setelah industri dan perdagangan.
Dia mengatakan kebijakan pangan pemerintah yang direpresentasikan dalam berbagai program terobosan pembangunan pertanian bertujuan untuk mencapai kedaulatan pangan, peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat umum.
Menurut dia, pemerintah dan masyarakat perlu bersinergi dan berinovasi dalam pengembangan pertanian, salah satunya melalui pengembangan teknologi digital dalam konsep pertanian pintar. "Teknologi digital ini dapat dimanfaatkan selama proses 'on farm' dan 'off farm'," kata dia.
Baca Juga: Hasil ST2023 BPS: Jawa Barat jadi Provinsi dengan Jumlah UTP Urban Farming Terbanyak se-Indonesia
Melalui teknologi, kata dia, informasi harga, ketersediaan komoditas pertanian seperti bibit dan pupuk, luas tanaman komoditas, hingga prediksi masa panen dapat diakses petani dalam waktu yang cepat. Karena itu, dia meyakini selain menarik minat pemuda, pemanfaatan teknologi dalam 'smart farming' akan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.
"Pengembangan penggunaan teknologi seperti ini sangat dibutuhkan untuk pertanian di Indonesia," tutup Bayu.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
