Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Mei 2022 | 21.37 WIB

Tantangan Emisi Karbon Bisa Pengaruhi PDB Indonesia hingga 10 Persen

Ketua DPN IAI, Prof. Mardiasmo menyerahkan buku IAI Peduli Covid-19: Percepatan Penanganan Covid-19 dari Perspektif Akuntan, Kontribusi Pemikiran Akuntan Indonesia, Refleksi 63 Tahun IAI (1957-2020) kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartar - Image

Ketua DPN IAI, Prof. Mardiasmo menyerahkan buku IAI Peduli Covid-19: Percepatan Penanganan Covid-19 dari Perspektif Akuntan, Kontribusi Pemikiran Akuntan Indonesia, Refleksi 63 Tahun IAI (1957-2020) kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartar

JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2022 mencapai 5,01 persen secara year on year (yoy). Angka ini lebih baik ketimbang Tiongkok 4,8 persen, Singapura 3,4 persen, Korea Selatan 3,07 persen, Amerika Serikat 4,29 persen, dan Jerman 4,0 persen.

"Hasil dari 2 tahun penanganan covid, kita tumbuh 5,01 persen secara yoy, ini lebih tinggi ketimbang Tiongkok, AS, kita dibawah Vietnam tipis, ini sudah kita pertahankan pada kuartal keempat (2021)," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar Green Economy Indonesia Summit 2022: The Future Economy of Indonesia, Rabu (11/5).

Pada kuartal kedua pun diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran angka 3,5 sampai 4 persen. Hal ini dipicu dengan adanya peningkatan mobilitas dan daya beli selama Ramadan serta mudik lebaran 2022.

"Motor penggerak kita tidak lagi dari belanja pemerintah, tapi ekspor impor serta investasi dari masyarakat. PMI (purchase manager index) juga positif, jadi sektor produksi itu terus melakukan ekspansi," seru dia.

Menurutnya, salah satu tantangan kedepan yang harus menjadi perhatikan adalah net zero emission secara global yang disepakati oleh 196 negara dengan bentuk Paris Agreement. Sebab jika tidak, maka produk domestik bruto (PDB) global akan turun hingga 10 persen.

"Kalau tidak tercapai PDB akan turun 10 persen di mana ASEAN adalah region yang berisiko tinggi, climate economics index Indonesia adalah yang sangat rentan, apalagi masuk musim kemarau, risiko kebakaran hutan mengintip dan perlu diwaspadai," ujar Airlangga.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa yang akan menjadi tantangan dalam penurunan emisi karbon adalah penanganan pada kebakaran hutan. Untuk itu, kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim perlu terus dijaga.

"Kita komit menurunkan 29 persen pada 2030 dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional," terangnya.

Agar dapat merealisasikannya, Airlangga pun meminta kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menaruh dana dalam penurunan emisi karbon ini. Jadi, keseriusan ini dikomitmenkan dengan dana yang ditaruh.

"Kita melihat bahwa dana yang diperlukan khusus untuk Indonesia itu Rp 3,461 triliun sampai 2030 dan tentu kapasitas tekonologi yang perlu didorong dan perlu melibatkan seluruh stakeholders swasta bumn, pemda dan masyarakat," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore