Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Oktober 2018 | 22.56 WIB

Pemerintah Butuh Alat Berat Untuk Angkat Jenazah yang Masih Tertimbun

Proses evakuasi korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah. - Image

Proses evakuasi korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

JawaPos.com - Direktur Jenderal Bina Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin mengatakan ada 1.300 Kepala Keluarga (KK) yang masih tertimbun di Perumnas Balaroa Palu Barat Sulawesi Tengah pasca gempa dan tsunami Jum’at lalu. Pihaknya meminta bantuan untuk mengangkat jenazah.


“Daerah perumnas, ada 1.300 KK yang masih tertimbun. Jadi di sana sudah ada bau-bau mayat sudah 3 hari. Saya kira butuh bantuan kita semua,” kata Syarif di Jakarta, Selasa (2/10).


Dia mengatakan kepada Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) supaya bisa segera mengirimkan alat-alat yang dimiliki ke Palu. Mengenai biayanya pemerintah yang akan menanggungnya.


“Kalau ada alat-alat bapak (AKI) dekat Palu, kirim. Itu semua dibayar. Pemerintah membayar. Jadi tidak ada kekhawatiran bekerja secara gratis,” jelasnya.


Menurutnya, alat berat menjadi kebutuhan yang paling mendesak saat ini. Ia pun menekankan kepada para anggota asosiasi untuk bisa segera mengerahkan alat-alat yang dimiliki dengan akses dari Surabaya, Balikpapan dan darimana saja.


“Yang sekitar situ hanya Makassar dan Gorontalo saja yang dimobilisasi secara terbatas,” ujarnya.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore