
Petani sedang memanen rumput laut. Mereka anggota Pokdakan Sinar Laut Jeneponto.
JawaPos.com - Desa Punagaya menjadi saksi keberhasilan budi daya rumput laut yang dilakukan Pokdakan Sinar Laut Jeneponto. Dengan 30 anggota, kelompok ini meraih pencapaian gemilang dari usaha budi daya dan jual beli rumput laut.
Kisah perjalanan ini berawal pada 2008, Ketua Kelompok Syamsudin memulai sebagai petani rumput laut. Awalnya dia menjalankan usahanya sendiri. Kemudian Syamsudin memperluas usahanya dengan mendirikan Pokdakan dan terlibat dalam perdagangan rumput laut. Saat ini, lebih dari 1.000 area pertanian rumput laut dikelola oleh anggota di kelompoknya.
Menurut Syamsudin, saat ini masing-masing anggota diberikan modal berupa bibit rumput laut untuk dikelola secara mandiri. Menariknya, ada dua jenis rumput laut utama yang dibudidayakan, yaitu Eucheuma Cottonii dan Eucheuma Spinosum. Meskipun keduanya terus dikembangkan, tetapi jenis Cottonii lebih dominan saat ini.
"Kami biasanya menanam Spinosum pada bulan Juli dan November, sedangkan Cottonii pada bulan-bulan lainnya, menyesuaikan cuaca," ungkap Syamsudin.
Dibanding Cottoni, aku Syamsudin, jenis Spinosum pertumbuhannya lebih mudah namun harganya sedikit lebih rendah. Adapun jenis Cottonii umumnya dijual untuk kebutuhan industri dengan harga Rp 15.000 per kg, sementara Spinosum digunakan untuk konsumsi dan industri dengan harga Rp 11.500 per kg.
Petani sedang memanen rumput laut. Mereka anggota Pokdakan Sinar Laut Jeneponto.
Adapun bentuk rumput laut yang dijual kelompok adalah rumput laut yang telah dikeringkan. Selanjutnya, rumput laut kering hasil budi daya dijual tidak hanya untuk memenuhi pasar lokal. Melalui eksportir di Makasar produk rumput laut mereka kini telah menembus pasar Eropa.
"Kami sering mengirim ke Makassar, dan jika kualitas rumput laut bagus, bisa mencapai 3-4 kali pengiriman dengan jumlah maksimal 11 ton per kirim," tambah Syamsudin.
Keberhasilan kelompok ini tidak lepas dari dukungan modal usaha yang diberikan oleh Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP). Dengan tambahan modal tersebut usaha jual beli rumput laut pun semakin meningkat, kini puluhan ton rumput laut kering mampu diproduksi dalam seminggu.
Keberhasilan Pokdakan Sinar Laut Jeneponto bukan hanya menciptakan dampak positif bagi anggotanya. Tetapi juga memberikan kontribusi pada ekonomi lokal dan membuka peluang bisnis yang lebih luas, terutama dalam ekspansi pasar internasional.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
