
SERAP ASPIRASI: Ganjar Pranowo menemui para pedagang dan tukang ojek di Pasar Baru Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa ((5/12).
JawaPos.com - Calon presiden Ganjar Pranowo memulai safari politik di Kalimantan Timur dengan mengunjungi Pasar Baru Balikpapan pada Selasa (5/12). Di Pasar Baru, Ganjar menemui pedagang pasar tradisional dan tukang ojek pangkalan untuk mendengarkan aspirasi mereka.
Suasana Pasar Baru seketika heboh saat Ganjar Pranowo turun dari mobilnya. Warga dan pedagang langsung meneriakkan namanya dan mengarahkan kamera handphone ke arah Ganjar. Tempat pertama yang didatangi Ganjar adalah sebuah kios sayur-mayur di depan pasar tersebut. Ganjar sempat berbincang panjang dengan pedagang.
Masuk ke dalam pasar, mantan gubernur Jawa Tengah itu singgah di sebuah pangkalan ojek. Ganjar dicurhati perihal kesulitan mengakses bahan bakar minyak (BBM) di daerah tersebut. Tukang ojek bernama Muhammad Rahib menyebut pembatasan pembelian BBM mulai terjadi dalam tiga bulan ke belakang.
Rahib meminta Ganjar untuk mengatasi masalah kesulitan BBM yang ada jika nantinya terpilih sebagai presiden. ’’Beli BBM antri, Pak. Sakjane di sini itu pabrike minyak, lah kok tumbas BBM, tumbas bensin, tumbas pertalite kok ngantri panjang. Sudah ada mungkin sekitar tiga bulan terakhir ini, Pak. Mohon solusinya,’’ kata Rahib menggunakan bahasa Jawa.
Lebih lanjut, Rahib mengatakan hanya bisa membeli bensin sebanyak 8 liter per harinya. Hal itu, kata dia, terjadi di berbagai SPBU di Kota Balikpapan. Mendengar hal tersebut, Ganjar mengaku heran karena Balikpapan terkenal sebagai kota penghasil minyak. ’’Coba nanti saya cek seperti apa kondisinya agar kita bisa carikan solusinya,’’ kata Ganjar.
Sementara itu, banyak pedagang yang mengeluhkan harga bahan pokok yang meroket. Mulai beras, sayur-mayur, hingga telur. Salah satunya, Hatini, pedagang sayur-mayur di Pasar Baru. Dia mengatakan, harga cabai dan sejumlah sayur naik beberapa waktu terakhir. ’’Harga cabai naik, Pak. Bawang putih naik harga kotor Rp 545.000 satu karung,’’ sebutnya.
Menurut dia, kenaikan harga membuat pedagang sulit menjual barangnya. Pasalnya, masyarakat tidak menjangkau harganya untuk membeli. Karena itu, dia berharap pemerintah dapat melakukan tindakan agar harga-harga bahan pokok kembali turun sehingga masyarakat bisa membeli. ’’Kami minta ada kestabilan harga bahan pokok. Kalau pedagang mintanya itu, Pak,’’ lanjutnya.
Sementara itu, Ganjar mengungkapkan bahwa dirinya telah berkeliling dan berkunjung ke pasar-pasar tradisional di sejumlah daerah di Indonesia. Menurut dia, harga bahan pokok sekarang memang harus mendapat perhatian. ’’Maka, kontrol saya kira penting. TPID memastikan jumlah pasokan karena pedagang dan masyarakat berharap segera dilakukan penurunan harga ini,’’ tuturnya. (als/c7/wir)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
