Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Oktober 2021 | 21.00 WIB

Pendapatan Chandra Asri Naik 48 Persen Pada Kuartal III 2021

Ilustrasi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk - Image

Ilustrasi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

JawaPos.com - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berhasil mencetak pendapatan bersih sebesar USD1,88 miliar hingga kuartal III tahun ini. Angka itu mengalami kenaikan sekitar 48 persen dari posisi USD 1,26 miliar di periode yang sama tahun 2020.

Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi mengatakan, tingkat pendapatan yang naik membuat laba bersih perseroan di posisi yang baik, dari posisi rugi bersih USD 19 juta di sembilan bulan pertama 2020 menjadi USD 166 juta pada periode yang sama 2021.

"Kami dengan bangga mengumumkan kinerja bisnis yang tangguh untuk sembilan bulan pertama 2021, meski dengan situasi menantang di Q3 yang timbul dari varian Delta Covid-19 yang merajalela, yang menyebabkan perlambatan permintaan di China dan karantina kewilayahan (lockdown) di Indonesia," ujarnya dalam keterangan yang diterima oleh JawaPos.com, Sabtu (30/10).

Menurutnya, pendapatan bersih perseroan yang mencatatkan kinerja positif di sembilan bulan pertama tahun ini akibat dari harga jual rata-rata yang lebih tinggi di semua produk, terutama untuk Polyethylene, Polypropylene, dan Ethylene.

EBITDA perseroan juga meningkat menjadi USD 313,7 juta, dibanding USD 65,5 juta di sembilan bulan pertama tahun lalu. Itu karena peningkatan spreads dan realisasi strategi ketahanan keuangan perseroan. Marjin EBITDA meningkat 16,7 persen, dibanding 5,2 persen per sembilan bulan pertama 2020. Artinya marjin perseroan yang lebih baik dan sehat.

Selain itu, Ia mengaku, perseroan juga menjalankan program transformasi pengurangan biaya struktural di perusahaan yang disebut SPEED, yakni mencakup tuas strategis Scale, Process Excellence, ESG, End-to-End Procurement, dan Digital Transformation berada di jalur yang tepat.

“Hal itu dilakukan demi mendukung keunggulan operasional berkelanjutan Chandra Asri,” tuturnya.

Menurutnya, tindakan manajemen liabilitas telah meningkatkan profil jatuh tempo utang perseroan, untuk memperpanjang jatuh tempo rata-rata tertimbang dan mengurangi biaya bunga rata-rata tertimbang.

Pencapaian utama termasuk penandatanganan penting dengan Bank BNI untuk fasilitas balloon senilai USD 250 juta hingga 10 tahun, dan inisiasi langkah untuk pembayaran dimuka penuh sebesar USD 230,2 juta dari obligasi USD perusahaan yang beredar.

Pada September 2021, perseroan juga berhasil menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas III dengan HMETD, yang telah dipesan secara penuh oleh investor utama baru perseroan, Thaioil. Setelah rights issue, posisi Ekuitas Chandra Asri hampir mencapai USD 3 miliar, dengan total Liquidity Pool sebesar USD 2,2 miliar.

"Dengan tonggak utama dalam menyelesaikan pemilihan Thaioil sebagai Investor Strategis kami dan kelancaran pelaksanaan Rights Issue ini, Perseroan terus maju untuk mengambil Keputusan Investasi Akhir (FID) atas kompleks petrokimia kedua kami pada tahun 2022," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore