Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Desember 2023 | 22.27 WIB

Transaksi Ekonomi Berubah, Mulai Tahun Depan BPS Hitung Inflasi dari Kegiatan Belanja Online 6 Komoditas di 5 Kota

Ilustrasi belanja online menjelang libur akhir tahun. - Image

Ilustrasi belanja online menjelang libur akhir tahun.

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pemutakhiran tahun dasar penghitungan inflasi melalui Survei Biaya Hidup (SBH) 2022. Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pemutakhiran tahun dasar ini.

Pertama, terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat akibat perubahan teknologi, perubahan perilaku, perubahan pendapatan, serta goncangan krisis akibat pandemi Covid-19. Kedua, berkembangnya jenis dan kualitas barang dan jasa, perubahan pasar/outlet/supermarket. Ketiga, perubahan cakupan jumlah wilayah yang dipantau Indeks Harga Konsumennya menjadi 150 kabupaten/kota, dari sebelumnya 90 kabupaten/kota.

"Angka inflasi Januari 2024, yang dirilis Februari akan mulai menggunakan SBH tahun dasar 2022," kata Amalia dalam Sosialisasi Hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2022, Selasa (12/12). Sebelumnya, angka inflasi dihitung berdasarkan SBH 2018.

Adapun beberapa kebaruan yang dihasilkan dari SBH 2022 meliputi cakupan wilayah, cakupan sampel, komposisi nilai konsumsi, paket komoditas, penghitungan bobot pasar dan bobot kualitas, serta digital ekonomi. Cakupan wilayah akan berjumlah 150 kabupaten/kota dibandingkan sebelumnya yang berdasar SBH 2018 hanya 90 kabupaten/kota.

Cakupan sampel berdasar SBH 2022 akan menjadi 240.000 rumah tangga, dari sebelumnya berdasar SBH 2018 sebanyak 141.000 rumah tangga. Komposisi nilai konsumsi akan berubah untuk makanan 33,68 persen (SBH 2018) menjadi 38,04 persen (SBH 2022). Sedangkan, nonmakanan sebesar 66,32 persen (SBH 2018) menjadi 61,96 persen (SBH 2022).

Paket komoditas bertambah menjadi 847 komoditas (SBH 2022) dibandingkan sebelumnya 835 komoditas (SBH 2018). "Mulai tahun depan kami memastikan BPS menyampaikan data inflasi provinsi yang sesuai dengan saat ini. Jadi, bukan 34 provinsi, tapi sudah mencakup 38 provinsi. Tahun depan juga akan didiseminasikan inflasi provinsi," imbuh Amalia.

Pencacahan Pasar Online

Selain berpengaruh terhadap gaya hidup dan pola konsumsi penduduk, lanjut Amalia, kemajuan teknologi juga telah mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha berbasis digital. Hal itu tecermin dari pertumbuhan jumlah usaha e-commerce pada 2022 yang diperkirakan meningkat 4,46 persen dibandingkan 2021.

"Dalam konteks tersebut, SBH 2022 berusaha menangkap perubahan ekosistem transaksi ekonomi ini," katanya.

Pada SBH 2022, komposisi asal barang yang dikonsumsi juga memperhitungkan bobot jenis pasar, antara lain pasar trandisional, pasar modern, dan online. Amalia menuturkan, ini merupakan langkah BPS untuk bisa merespons perubahan perekonomian akibat kemajuan teknologi digital serta tren pasar atau konsumen.

"Sehingga, walaupun ini belum sempurna, at least BPS bisa melakukan pencacahan pasar online. Dimulai dari lima kota dan enam komoditas," jelasnya.

Adapun kelima kota tersebut yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Surabaya. Sementara cakupan komoditasnya yakni baju muslim wanita, sepatu pria, sepatu olah raga pria, sepatu wanita, telepon seluler, dan parfum.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore