Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 September 2021 | 22.52 WIB

Sri Mulyani: Sejak Covid-19 Hadir, 2020 jadi Kenangan Luar Biasa

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI di di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Dalam rapat kerja yakni pembahasan pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI di di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Dalam rapat kerja yakni pembahasan pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan

JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mencermati perkembangan pandemi hingga saat ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sejak kehadirannya, Covid-19 telah mengguncang tatanan kehidupan manusia di seluruh dunia.

Menurutnya, 2020 bukanlah tahun yang biasa. Sebab, seluruh dunia menghadapi krisis kesehatan dan kemanuasiaan yang luar biasa dahsyat.

Pandemi telah menyebabkan perubahan dan memaksa seluruh negara di dunia berubah. Baik itu kehidupan sosial maupun ekonomi. Perubahan tersebut tentu berimplikasi terhadap keuangan masyarakat dan negara.

"2020 sebuah tahun dimana dunia menghadapi sebuah krisis kemanusiaan dan kesehatan yang luar biasa dahsyat,” ujarnya dalam webinar, Selasa (14/9).

Sri Mulyani memaparkan, dalam menghadapi kegentingan dan krisis yang mengancam jiwa masyarakat, pemerintah melakukan strategi dan langkah yang ekstra pada tahun lalu. Hal itu dikakukan untuk menangani dampak pandemi dari berbagai aspek.

Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020 dapat menjadi payung hukum bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menangani pandemi Covid-19. Terutama berkaitan dengan keuangan negara untuk menghadapi ancaman virus Covid-19.

Ia mengungkapkan, APBN juga bekerja secara luar biasa. Banyak kementerian atau lembaga yang anggarannya dipotong atau terkena refocusing.

Tak sedikit pula kementerian atau lembaga yang tiba-tiba mendapatkan anggaran besar untuk menjadi garda terdepan menghadapi Covid-19. "Saya sangat memahami pasti Bapak dan Ibu sekalian, pimpinan lembaga dan pemerintah daerah juga mengalami kesulitan yang tidak mudah di dalam mengelola pandemi yang mengancam seluruh jajaran, dan mengancam masyarakat kita, dan mengelola keuangan negara yang harus bekerja dan bergerak luarbiasa fleksibel dan responsif menghadapi tantangan yang tidak ada presedennya," jelasnya.

Selain itu, pemerintah pun mendesain program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PCPEN) di tengah-tengah krisis yang terjadi. Dalam hal ini pihaknya memahami kemungkinan terjadinya risiko penggunaan uang negara dalam situasi krisis, sehingga di dalam perencanaan maupun pelaksanaan melibatkan lembaga-lembaga penegak hukum, Kepolisian, Kejaksaan, KPK, BPKP, LKPP.

"Semuanya dilibatkan pada saat kita merancang maupun melaksanakan, dan yang tidak kalah penting kami terus berkonsultasi dan berkomunikasi dengan BPK lembaga auditor negara eksternal yang independen. Namun, tidak berarti kita tidak bisa berkomunikasi dan berkoordinasi," ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, melalui instrumen APBN termasuk PCPEN yang dilakukan tahun 2020 membuat Indonesia mampu melewati tahun 2020 dengan relatif cukup baik. "Pemerintah bekerja luar biasa keras menggunakan instrumen APBN Untuk meringankan dan memulihkan ekonomi," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore