
Kerupuk udang Mba Pur. (Istimewa)
JawaPos.com - Desa Mandung Wedung, Demak, menjadi pusat potensi usaha rumahan pengolahan ikan yang menjanjikan. Saat ini, setengah dari populasi perempuan di desa tersebut terlibat langsung dalam seni kuliner khas yaitu kerupuk udang.
Memanfaatkan melimpahnya udang hasil tangkapan nelayan, Aspurah, 51, salah satu pelaku usaha telah merajut usaha suksesnya selama dua dekade. Aspurah memilih mengikuti jejak orangtuanya dalam usaha pembuatan kerupuk udang sejak kecil. Motivasinya tak hanya berasal dari pengalamannya, tetapi juga dari keinginannya untuk menciptakan tambahan pendapatan bagi keluarganya.
“Suami kan hanya jual ikan, hasil buat kerupuk ini tentu bisa bantu-bantu suami juga buat pendapatan keluarga,” ungkap Pur, sapaan akrabnya, melalui sambungan telepon.
Adapun untuk pembuatannya, kerupuk diolah dengan menggunakan bahan dasar udang laut kecil yang digiling. Kemudian, daging udang yang telah digiling selanjutnya dicampur dengan tepung dan rempah pilihan seperti bawang merah, bawang putih dan juga garam. Setelah menjadi adonan, kerupuk direbus lalu dipotong-potong tipis hingga akhirnya siap dijemur.
“Proses jemur biasanya butuh 1-2 hari, tergantung pada kondisi cuaca yang mendukung,” tambah Pur.
Proses Mba Pur membuat kerupuk udang. (Istimewa)
Meskipun proses pembuatannya tergolong sederhana, Aspurah pernah menghadapi kendala modal operasional yang cukup signifikan hingga usahanya terancam gulung tikar. Namun, berkat dukungan modal usaha dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), usahanya dengan merek 'Kerupuk Mba Pur' dapat terus berjalan dan berkembang.
“Alhamdulilah dengan modal ini kita bisa produksi kerupuk kembali. Sekarang sedikitnya 10 kg kerupuk bisa diproduksi setiap dua hari,” jelas Pur.
Saat ini kerupuk milik Pur dijual dengan harga Rp32.000 per kilogram. Kerupuk ini kemudian dipasarkan kepada berbagai jenis konsumen. Mulai dari pengepul, warung lokal, dan juga untuk pedagang hidangan populer seperti nasi kucing. Bahkan, terkadang produknya juga turut dipasarkan dalam bazar di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak.
Dengan permintaan yang terus meningkat, semangat Aspurah untuk mengembangkan produksi menjadi pendorong utama. Ke depan, keuletan dan semangat wirausaha yang dimiliki Aspurah juga diharapkan dapat menginspirasi perempuan terutama di Desa Mandung Wedung untuk meraih kesuksesan dalam dunia usaha.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
