
Ilustrasi gudang pupuk yang dikelola PT Pupuk Indonesia
JawaPos.com – Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik, bersepakat untuk melakukan kajian pembangunan pabrik pupuk Kieserite bersama dengan PT Polowijo Gosari Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Jumat (11/6).
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dan Direktur Utama Polowijo Gosari Indonesia Deddy Harnoko Sucahyo, serta disaksikan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman dan Senior Advisor Polowijo Gosari Indonesia, Soegiharto.
Bakir menyambut hangat kesepakatan ini. Menurutnya, pendirian pabrik pupuk kieserite memiliki potensi yang sangat besar bagi seluruh pihak yang terlibat, baik Pupuk Indonesia, Polowijo Gosari Indonesia, serta Petrokimia Gresik selaku anak perusahaan.
“Kajian pendirian pabrik pupuk Kieserite ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis Pupuk Indonesia untuk melakukan diferensiasi usaha, serta sesuai dengan visi untuk menjadi perusahaan penyedia nutrisi tanaman dan solusi pertanian berkelanjutan,” jelas Bakir.
Menurutnya, potensi pasar pupuk kieserite sendiri masih sangat besar mengingat saat ini kebutuhannya di Indonesia masih banyak dipenuhi melalui impor. Ia berharap kerjasama ini dapat bersifat jangka panjang mengingat masih banyak pasar potensial yang perlu diisi melalui produk pupuk seperti ini.
“Peluangnya besar, dan kita juga bisa kembangkan produk pupuk lain," kata Bakir.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan dalam MoU tersebut, pihak Petrokimia Gresik dan Polowijo Gosari Indonesia akan melakukan kajian bersama dalam empat aspek, yakin aspek pasar, aspek teknis, aspek ekonomi, serta aspek lokasi. Proses kajian ini ditargetkan selesai setelah dua tahun.
Dwi mengungkapkan bahwa pasar pupuk Kieserite di Indonesia masih terbuka lebar, karena belum banyak pemain atau produsen pupuk Kieserie di Indonesia. “Terutama untuk pasar perkebunan kelapa sawit” kata Dwi.
Sementara itu, Direktur Utama Polowijo Gosari Indonesia Deddy Harnoko Sucahyo mengatakan tujuan Kerjasama ini adalah untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Pihaknya mempunyai cadangan dolomit sebesar 550 juta ton, dan melalui Kerjasama strategis ini Polowijo Gosari Indonesia berharap dapat mengembangkan produk-produk turunan magnesium atau dolomit. “Dan semuanya memaksimalkan local content, serta berlokasi di Gresik”, ujar Deddy.
Pupuk Kieserite sendiri cocok diaplikasikan pada tanah masam atau pH rendah, seperti tanah gambut dan tanah berpasir. Tanah masam dan tanah berpasir dicirikan dengan rendahnya kandungan Magnesium, sehingga pemberian pupuk Kieserite sangat cocok untuk meningkatkan kandungan Magnesium pada tanah. Kieserite sendiri merupakan nama lain dari Magnesium Sulfur, dan pupuk kieserite dapat menjadi sumber Magnesium (Mg) dan Sulfur (S) bagi tanaman. Pupuk ini cocok diaplikasikan untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan.
Dalam aplikasinya, pupuk Kieserite mampu meningkatkan klorofil pada tanaman sehingga warna daun lebih hijau sempurna, membantu pertumbuhan anakan, meningkatkan kadar minyak pada tanaman penghasil minyak seperti kelapa sawit, serta berperan penting dalam pembentukan bintil akar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
