
Dalam usaha ikan segar di Ketapang, Adi tidak hanya terpaku pada penjualan langsung, tetapi juga melibatkan jaringan pengecer ikan keliling.
JawaPos.com - Meniti jejak usaha pemasaran ikan di Ketapang, Adi (39) menandai dirinya bukan hanya pelaku usaha perikanan yang berhasil, melainkan juga menjadi aktor utama dalam membangun rantai produksi perikanan. Dengan akar keluarga yang berlatar belakang nelayan, Adi telah membangun langkah-langkah usahanya sejak di masa sekolah.
Tidak hanya beroperasi secara mandiri, usaha pemasaran ikannya juga telah berhasil menggandeng 27 mitra nelayan. Secara rutin, setiap mitra nelayan ini mendaratkan hasil tangkapannya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sentok Ketapang, di mana Adi biasa mendapatkan hasil tangkapan ikan segar.
Kerjasama yang terjalin dengan nelayan ini menjadi salah satu poin kunci dalam keberlanjutan dan kesuksesan usaha Adi hingga saat ini.
Melalui hal ini, ia tidak hanya memperluas usahanya tetapi juga memberdayakan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi nelayan setempat. Hasilnya, puluhan ton beragam jenis ikan, seperti tenggiri, kerisi, dan senangin rutin di dapatkan Adi dari hasil tangkapan nelayan.
"Kalau cuaca lagi bagus ikan juga rame, masing-masing nelayan bisa dapat 300 kg-400 kg dalam seminggu," ujar Adi.
Dalam usaha ikan segar, Adi tidak hanya terpaku pada penjualan langsung, tetapi juga melibatkan jaringan pengecer ikan keliling. Hal ini bukan hanya memberikan keuntungan sendiri, melainkan membuka peluang mata pencaharian yang menjanjikan bagi penduduk setempat.
Seorang ibu menunjukan ikan yang dibelinya dari usaha bisnis Afi di Ketapang
Prosesnya pun sederhana, para pengecer ikan keliling ini rutin datang langsung ke gudang milik Adi untuk memasok ikan segar berkualitas. Setelahnya, ikan-ikan ini dijual langsung kepada masyarakat.
Adi mencatat bahwa selama usahanya berjalan ikan kerisi dan tenggiri menjadi primadona di pasaran. Adapun mengenai pemasaran, ikan dijual dengan harga yang bervariasi tergantung pada jenisnya. Mulai dari Rp50.000/kg untuk ikan tenggiri, dan Rp10.000/kg untuk jenis ikan lainnya.
Dalam upayanya untuk mengembangkan usaha, Adi juga giat memasarkan berbagai komoditas perikanan yang diminati oleh berbagai kalangan. Salah satunya udang, menurutnya komoditas ini memiliki prospek yang cerah ke depan terutama jika didukung dengan modal yang cukup guna mendukung perputaran bisnisnya.
Untuk mendukung langkah pengembangannya, modal usaha dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) pun turut ia akses.
"Modal tentu jadi pendukung yang utama. Karena semakin besar usahanya, semakin besar juga manfaat yang bisa dirasakan masyarakat," ungkap Adi dengan penuh semangat.
Keberhasilan Adi dalam mengembangkan usahanya tentu menjadi inspirasi bagi masyarakat. Langkah-langkah strategis yang dipilihnya diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan komoditas perikanan khususnya di wilayah Ketapang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
