Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2023 | 15.08 WIB

Pilihan Tergantung Kebutuhan, Lebih Baik Kredit HP atau Beli Tunai?

Ilustrasi seseorang tengah beraktivitas menggunakan smartphone . - Image

Ilustrasi seseorang tengah beraktivitas menggunakan smartphone .

JawaPos.com - Ketika smartphone atau ponsel pintar yang biasa digunakan sehari-hari rusak dan mulai terasa tak nyaman digunakan, banyak orang pasti akan langsung dibuat kelabakan. Rencana untuk membeli HP baru pun biasanya akan langsung muncul dalam pikiran dan mulai memilih brand serta model HP incaran. Misalnya, HP ZTE, Xiaomi, atau mungkin Samsung.

Setelah menemukan produk HP yang ingin dibeli, pertanyaan lanjutan biasanya muncul, lebih baik beli langsung atau mengajukan kredit HP  saja? Ya, sebagai barang yang memiliki harga relatif mahal bagi kebanyakan orang, pertanyaan tersebut sering kali muncul saat ingin membeli HP baru.

Tentunya, antara membeli secara tunai dan mengajukan kredit HP keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya tersendiri. Keputusan di antara kedua pilihan tersebut tergantung dari kebutuhan dan kondisi keuangan yang Anda miliki.

Nah, agar tak salah menentukan pilihan hingga malah menelan kerugian dan penyesalan nantinya, berikut adalah hal yang perlu Anda pertimbangkan saat ingin mengajukan kredit HP atau membelinya secara cash.

1. Pertimbangan Beli HP secara Cash
Ketika membeli HP secara tunai, sudah pasti Anda perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar di awal. Sebagai contoh, anggap saja Anda membeli sebuah HP dengan harga 10 juta. Ketika melakukan pembayaran, isi tabungan pasti akan langsung berkurang dengan nominal tersebut.

Namun, sisi positifnya, di waktu-waktu berikutnya Anda tak lagi dibebani dengan tanggungan atau cicilan baru. Jadi, keuangan bisa dikelola kembali untuk mengisi kekurangan tabungan tersebut dengan lebih maksimal.

Tidak hanya itu, ketika membeli smartphone dengan uang cash, Anda juga memiliki dorongan untuk memilih produk dengan harga yang sesuai dengan budget. Sebab, jika melebihi anggaran, sudah pasti uang Anda akan kurang untuk bisa membeli HP tersebut secara tunai.

Lebih dari itu, karena harus melakukan pembayaran penuh di awal, akan ada kondisi psikologis di mana Anda merasa bokek setelah membeli HP secara tunai. Kondisi psikologis ini secara tidak langsung mendorong Anda untuk mulai menata kembali kondisi keuangan dan berusaha menambah pemasukan dari sumber lain, sebagai contoh berinvestasi atau semacamnya.

Dalam kata lain, ketika membeli segala sesuatu dengan cara bayar penuh di awal, jangan khawatir dengan perasaan keuangan terpangkas secara signifikan. Pasalnya, hal tersebut berarti keuangan berada dalam kondisi yang cukup prima untuk mampu memenuhi kebutuhan dan membayarnya secara tunai. Perasaan puas karena telah berhasil menabung dan mencapai tujuan finansial pun juga akan dirasakan.

2. Pertimbangan Beli HP secara Kredit
Terlepas dari segala keuntungan membeli HP secara tunai, bukan berarti hal tersebut menjadi langkah terbaik untuk diambil. Pada beberapa situasi, bisa jadi mengajukan kredit HP malah menjadi pilihan yang lebih bijak dan memberi sederet keuntungan.

Selayaknya yang telah dijelaskan sebelumnya, membeli HP secara tunai membuat isi tabungan berisiko terkuras habis. Jika memang tak memiliki tabungan sama sekali yang bisa dijadikan sebagai dana darurat, sudah pasti hal tersebut membuat kondisi keuangan lebih rentan terkena masalah. Saat muncul masalah keuangan mendesak, Anda jadi tidak mampu memenuhinya dan dipaksa untuk berutang dengan risiko bunga yang lebih tinggi.

Dalam situasi inilah mengajukan kredit HP bisa menjadi pilihan yang lebih bijak dibanding beli tunai. Sebab, Anda tetap memiliki cadangan dana untuk digunakan memenuhi kebutuhan mendesak yang datang secara tiba-tiba.

3. Hal yang Penting Diperhatikan saat Ajukan Kredit HP
Berdasarkan penjelasan di 2 poin sebelumnya, bisa dipahami jika mengajukan kredit HP atau membelinya secara tunai memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Tugas Anda adalah untuk memilih cara membeli HP sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan saat ini.

Misalnya, jika memang tabungan sudah terkumpul dan bisa tersisa cukup banyak ketika telah membeli HP secara cash, maka langkah tersebut sah-sah saja dilakukan. Tapi, saat memaksakan diri untuk membeli HP secara cash membuat isi tabungan terkuras habis dan tak ada sisa untuk dijadikan dana darurat, lebih baik ajukan kredit HP saja.

Yang terpenting, pastikan nominal cicilannya mampu dijangkau keuangan agar kebutuhan penting lain tetap terpenuhi. Idealnya, beban cicilan yang boleh ditanggung oleh keuangan adalah sebesar 30 persen dari gaji bulanan. Artinya, jika gaji saat ini sebesar 5 juta, jangan sampai beban cicilan dari segala tanggungan kredit yang dimiliki melebihi angka 1,5 juta agar kondisi keuangan tetap kondusif.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore